Kader PDIP Kembali Kenakan Atribut Pro Mega di Peringatan 30 Tahun Kudatuli

- Senin, 27 Juli 2026 | 23:06 WIB
Kader PDIP Kembali Kenakan Atribut Pro Mega di Peringatan 30 Tahun Kudatuli

Sejumlah kader PDIP tampak mengenakan atribut bertuliskan 'Pro Mega' saat menghadiri peringatan 30 tahun Tragedi Kudatuli di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/7). Atribut itu dikenakan dalam bentuk ikat kepala maupun kemeja, termasuk oleh Ketua DPP PDIP Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Ekonomi Digital M. Prananda Prabowo.

Ketua DPP PDIP Bidang Keanggotaan dan Organisasi Andreas Hugo Pareira menegaskan bahwa penggunaan atribut tersebut bukan simbol gerakan baru, melainkan bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pendukung Megawati Soekarnoputri pada era Orde Baru. Menurut Andreas, kelompok Pro Mega adalah basis massa akar rumput yang muncul setelah Kongres Luar Biasa PDI 1993 di Surabaya dan tetap bertahan melawan rezim Orde Baru.

'Gerombolan Pro Mega merupakan basis akar rumput massa pendukung yang dengan gagah berani, pantang menyerah melawan rezim zalim Orde Baru Soeharto,' ujar Andreas kepada kumparan.

Ia menambahkan, Tragedi Kudatuli pada 27 Juli 1996 menjadi puncak tekanan terhadap kelompok pendukung Megawati, sekaligus bukti ketahanan gerakan akar rumput yang ikut mendorong lahirnya era Reformasi. 'Peristiwa Kudatuli 1996 adalah puncak kezaliman Orde Baru, sekaligus juga bukti daya tahan PDI Pro Mega melawan kelaliman Orde Baru yang kemudian membawa perubahan menuju pada reformasi pada tahun 1998 dengan diturunkannya Soeharto dan tumbangnya rezim Orde Baru,' kata Andreas.

Kelompok Pro Mega kemudian menjadi cikal bakal lahirnya PDI Perjuangan yang memenangi Pemilu 1999. Karena itu, atribut Pro Mega kembali dikenakan dalam peringatan 30 tahun Kudatuli sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para kader dan pendukung Megawati pada masa itu. 'Mengapa kader-kader partai hari ini 27 Juli 2026 mengenakan ikat kepala Pro Mega adalah untuk mengenang heroisme kader-kader akar rumput pendukung Megawati 30 tahun lalu yang berani, berjuang membela kebenaran. Kami tidak lupa!,' tegasnya.

Ketua DPP PDIP Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah Ganjar Pranowo juga menanggapi hal tersebut. Menurutnya, atribut itu mengingatkan pada situasi politik saat penyerbuan Kantor DPP PDI pada 27 Juli 1996. 'Itu mengingatkan posisi kader pada saat terjadinya penyerbuan kantor PDI 27 Juli 1996. Pro Mega vs Pro Suryadi,' kata Ganjar.

Peristiwa Kudatuli merupakan penyerbuan terhadap Kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, pada 27 Juli 1996. Berdasarkan catatan Komnas HAM, peristiwa tersebut mengakibatkan 5 orang meninggal dunia, 149 orang luka-luka, dan 23 orang hilang. Peristiwa itu kemudian menjadi salah satu momentum penting yang mengawali gerakan Reformasi 1998.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags