Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara menyita sembilan boks berisi uang tunai senilai Rp18 miliar dari sebuah rumah mewah di kawasan Bahu Mall, Kota Manado. Rumah tersebut milik pengusaha berinisial JA yang juga menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Manado.
Penggeledahan dan penyitaan ini merupakan bagian dari penyidikan kasus dugaan korupsi tata kelola tambang di PT Hakian Wellem Rumansi (HWR), perusahaan tambang emas di Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara. Total uang yang diamankan mencapai Rp18.866.836.000, terdiri dari pecahan Rp100.000, Rp50.000, dan mata uang asing.
Tim penyidik tindak pidana khusus Kejati Sulut menggeledah tiga lokasi pada Kamis (23/7/2026). Selain rumah mewah di Bahu Mall, penggeledahan dilakukan di kantor pemasaran ITCentre lantai tiga dan Taman Parafon di Desa Tateli. Uang tunai yang ditemukan kemudian dimasukkan ke dalam sembilan boks dan dibawa bersama dokumen terkait PT HWR ke kantor Kejati Sulut.
Penyidik Pidsus Kejati Sulut Roy Kurnia mengatakan, penggeledahan dan penyitaan merupakan upaya paksa dalam pengembangan penyidikan kasus PT HWR. “Tim Penyidik Kejati Sulut telah melakukan tindakan upaya paksa dalam bentuk penggeledahan bahkan penyitaan yang dilaksanakan di tiga tempat. Saat ini kita berada di sebuah rumah yang bertempat di Bahu Mall dan penggeledahan ini merupakan pengembangan dari tindak pidana korupsi PT HWR,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).
Selain uang tunai, penyidik juga menemukan dokumen pertambangan, peralatan pemurnian emas, dan emas seberat 89 gram. Barang-barang tersebut akan diperiksa untuk mengetahui keterkaitannya dengan perkara yang sedang disidik. Sebelumnya, Kejati Sulut telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan tambang emas PT HWR.
Penyidik akan menelusuri asal usul uang, emas, dan dokumen yang ditemukan. Pemeriksaan juga diperlukan untuk mengungkap dugaan aliran dana serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut.
Artikel Terkait
Viral Cerita Istri Menteri PU Minta Naik Gunung Pakai Helikopter, Netizen Soroti Etika
Komisi IX DPR Soroti Kematian Dokter PPDS di Manado, Desak Pembenahan Sistem Pendidikan Spesialis