Kepala BGN Sidak Dapur Makan Bergizi Gratis, Ingatkan Petugas Bekerja Pakai Hati

- Jumat, 24 Juli 2026 | 06:24 WIB
Kepala BGN Sidak Dapur Makan Bergizi Gratis, Ingatkan Petugas Bekerja Pakai Hati

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur makan bergizi gratis (MBG) pada Jumat dini hari. Ini merupakan sidak perdana setelah ia resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada Rabu lalu.

"Sekarang jam 04.20, kita sudah di 2 titik, kita sudah sidak tadi," kata Sudaryono kepada wartawan.

Dua SPPG yang disidak adalah SPPG Pasir Kuda 003 di Bogor Barat dan SPPG Cipaku 2 di Kota Bogor. Sidak berlangsung sekitar pukul 03.00 hingga 04.00 WIB. Sudaryono mengungkapkan dua tujuan utama sidak ini: datang tanpa pemberitahuan dan menyemangati dapur serta petugas yang dinilai bagus.

Menurut Sudaryono, proses produksi MBG saat ini sudah berjalan baik. "Saya harus katakan bahwa dari semua dapur, mayoritas hampir semua bagus," ujarnya. "Sejauh ini sih, so far, bagus. Kepala SPPG-nya oke, kemudian petugasnya juga bersih. Paling saya kira tinggal dipertahankan," lanjutnya.

Titip Pesan ke Kepala SPPG

Dalam sidak itu, Sudaryono bertemu langsung dengan para petugas dan kepala SPPG. Ia menitipkan satu pesan penting. "Jadi memang tadi pesan saya kepada semua kepala-kepala SPPG, pengawas gizi, maupun akuntan dan semua petugas di dapur, ya kita kerja pakai hati, gitu ya," tuturnya.

"Bekerja bukan hanya kerja nyari duit yang penting kasih makan, bukan, tapi benar-benar dilihat. Menunya ini kan bisa dilihat itu, kasat mata, ini menu layak enggak layaknya. Itu yang menjadi penting," sambungnya.

Sudaryono menambahkan, sudah ada standar yang harus dipenuhi dalam produksi MBG. "Jadi juklak, juknis, SOP tetap dilaksanakan, tapi lebih dari itu, on top of that, itu ya, lihat pakai common sense, pakai hati, pakai akal sehat yang baik, gitu," ujarnya.

Janji Tindak SPPG yang Tak Beres

Sudaryono menegaskan akan menindak SPPG yang bermasalah. Ia bahkan tak segan menutup dapur yang tidak bisa memenuhi standar keamanan pangan, mutu gizi, maupun pelayanan. "Yang bagus kita pertahankan. Nah, yang yang kurang bagus kita perbaiki segera. Yang melanggar, yang enggak ngerti yang mohon maaf, yang barangkali tidak bisa diperbaiki, ya terpaksa harus kita tutup," tegasnya.

Ia mengungkapkan perlunya sistem reward and punishment bagi SPPG. "Mungkin kalau SPPG-nya bandel, SPPG-nya enggak disiplin, SPPG-nya atau petugasnya enggak disiplin, petugasnya enggak enggak bagus, ya kita mesti mesti hentikan, ya. Kita harus berani. Yang bagus kita reward, yang jelek kita mesti kasih punishment juga," jelas Sudaryono.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags