Seorang pekerja di Kabupaten Siak, Riau, selamat setelah diterkam harimau sumatera saat hendak buang air besar di tepian kanal, Selasa (21/7) malam. Korban, Hari Harianto, berhasil lolos setelah harimau melepaskan gigitannya akibat sorotan lampu terang dari alat berat ekskavator yang dioperasikan rekan-rekannya.
Kapolsek Sungai Apit, Iptu Adifian Ikhsan, membenarkan peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.30 WIB di Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit. Saat itu, Harianto bersama dua rekannya, Rakha dan Herman, sedang beristirahat di kamp sebelum korban keluar menuju tepian kanal yang biasa digunakan untuk mandi dan buang air.
“Lebih kurang 10 menit keluar dari camp, dua rekannya mendengar suara teriak meminta pertolongan. Mendengar teriakan tersebut, Rakha dan Herman segera keluar dari camp dan berusaha mencari sumber suara. Namun, korban belum ditemukan karena kondisi di sekitar kamp minim penerangan dan pencahayaan,” ujar Iptu Adifian saat dikonfirmasi, Rabu (22/7).
Karena gelap, kedua rekan korban memutuskan naik ke atas ekskavator untuk menghidupkan mesin dan menyalakan seluruh lampu penerangan. Sorotan lampu kemudian diarahkan ke lokasi asal suara korban.
“Setelah dilakukan penyinaran, terlihat korban sedang diseret oleh seekor harimau. Karena sorotan lampu alat berat yang cukup terang, harimau tersebut melepaskan gigitannya terhadap korban dan melarikan diri masuk ke dalam kawasan hutan,” jelas Kapolsek.
Usai harimau pergi, Rakha dan Herman segera mengevakuasi Harianto menggunakan speedboat menuju Puskesmas Pembantu Kampung Teluk Lanus untuk pertolongan pertama. Setelah kondisinya ditangani bidan, korban kembali dievakuasi dengan speedboat ke Pelabuhan Penyengat, lalu dibawa ambulans ke RSUD Tengku Rafian Siak untuk penanganan lebih lanjut.
Menurut Iptu Adifian, korban mengalami luka serius akibat gigitan dan cakaran harimau di bagian punggung. “Untuk kondisi korban, di bagian punggung penuh gigitan dan cakaran harimau. Kondisinya saat ini dalam pemulihan,” tutupnya.
Peristiwa ini menambah daftar konflik antara manusia dan harimau sumatera di Kecamatan Sungai Apit. Sebelumnya, pada 14 Juli 2026, seorang pekerja sawit bernama Agus nyaris menjadi korban serangan harimau di Desa Mengkapan. Saat itu, Agus tengah mengangkut hasil panen kelapa sawit menggunakan sepeda motor ketika seekor harimau tiba-tiba muncul dari belakang dan melompat ke arah kendaraannya. Satwa tersebut sempat mencakar keranjang yang dibawa korban. Beruntung, Agus langsung memacu sepeda motornya sehingga berhasil menyelamatkan diri.
Kampung Teluk Lanus dan Desa Mengkapan merupakan kawasan yang masih berdekatan dengan habitat alami serta jalur lintasan harimau sumatera. Kemunculan satwa dilindungi ini dalam waktu berdekatan menjadi peringatan bagi masyarakat dan pekerja yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan agar meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari.
Artikel Terkait
Pekerja di Siak Diterkam Harimau saat Buang Air Besar, Luka-Luka
Dokter PPDS Anestesi Ditemukan Tewas di Semak Belukar Samping RSUD Siak
Dokter Residen Anestesi Ditemukan Tewas di Samping Pagar RSUD Siak
Dokter Residen Anestesi Ditemukan Tewas di Semak Samping RSUD Siak