Diska Yanti, Bocah 7 Tahun yang Kehilangan Kedua Orang Tua di Tengah Laut

- Rabu, 22 Juli 2026 | 14:36 WIB
Diska Yanti, Bocah 7 Tahun yang Kehilangan Kedua Orang Tua di Tengah Laut

Diska Yanti, bocah perempuan berusia 7 tahun, harus kehilangan kedua orang tuanya dalam tragedi tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Selayar. Ia selamat setelah tiga hari terombang-ambing di laut bersama pamannya, Bau Asseng, dengan berpegangan pada selembar gabus.

Kapal yang membawa Diska bersama ibu, ayah, dan pamannya berangkat dari Pelabuhan Jampea pada Rabu (15/7) pukul 05.00 WITA. Perjalanan berjalan normal hingga kapal berada sekitar 43 mil laut dari Pelabuhan Benteng. Saat itulah mesin kapal tiba-tiba mengalami gangguan. Gelombang besar menghantam, membuat kapal oleng dan para penumpang terseret arus.

Dalam kekacauan itu, Diska dan keluarganya berusaha bertahan dengan berpegangan pada gabus. Namun, kondisi kesehatan kedua orang tuanya terus menurun. Sang ibu meninggal lebih dulu, disusul ayahnya. Diska dan Asseng sempat mempertahankan jasad keduanya dengan harapan bisa dimakamkan secara layak.

"Berpegangan di gabus," kata Asseng kepada petugas melalui keterangan tertulis, Rabu (22/7).

Setelah tiga hari, kondisi jasad orang tua Diska memburuk. Dengan berat hati, Asseng melepas keduanya ke tengah laut. "Setelah tiga hari bertahan di atas gabus, ayah dan ibunya Diska dilepas," ujarnya.

Pesan Terakhir Ayah Diska

Sebelum meninggal, ayah Diska sempat menitipkan putrinya kepada Asseng. "Tolong jaga Diska," lirih sang ayah sebelum mengembuskan napas terakhir di atas gabus. Pesan itu dipegang teguh Asseng hingga ia dan Diska ditemukan oleh nelayan di perairan Sangeang, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kini Diska masih menjalani perawatan di RSUD KH Hayyung Selayar karena kondisi fisiknya yang lemah setelah berhari-hari bertahan di laut.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags