Sekelompok enam wisatawan Israel, termasuk tiga pria yang pernah bertugas di militer Israel, diserang dengan kapak saat berkemah di Mongolia utara pekan lalu. Insiden itu terjadi pada Senin (13/7) malam, ketika kelompok yang terdiri dari tiga pria dan tiga wanita itu bersiap untuk bermalam di sebuah perkemahan terpencil.
Menurut laporan media berbahasa Ibrani, penyerang yang dalam keadaan mabuk mendengar korban berbicara dalam bahasa Ibrani dan langsung mendekati mereka. Ia meneriakkan hinaan anti-Semit, termasuk 'Heil Hitler' dan 'Pergi dari sini', sebelum melancarkan serangan dengan kapak.
Seorang wisatawan dipukul di wajah dan menderita patah rahang. Ketiga mantan tentara Israel itu melawan balik; salah satu di antaranya menggunakan botol kaca untuk menangkis serangan. Kelompok tersebut akhirnya melarikan diri ke tempat aman dengan bantuan seorang pengemudi lokal.
Korban yang terluka kemudian diterbangkan kembali ke Israel untuk mendapatkan perawatan medis. Pihak berwenang Mongolia setempat mengundang kelompok itu untuk mengajukan pengaduan polisi, namun mereka menolak. Para pejabat Mongolia mengutuk serangan tersebut.