Kisah Penumpang Selamat KM Nurul Salsa: Berusaha Menyelamatkan Bocah Naurah

- Rabu, 22 Juli 2026 | 10:00 WIB
Kisah Penumpang Selamat KM Nurul Salsa: Berusaha Menyelamatkan Bocah Naurah

Tenggelamnya Kapal Motor (KM) Nurul Salsa di perairan Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, meninggalkan duka mendalam sekaligus menyisakan kisah perjuangan para penumpang untuk bertahan hidup. Salah satu kisah itu datang dari Munawir alias Nawir (51), penumpang yang selamat. Ia mengaku sempat berusaha menyelamatkan Naurah, seorang anak perempuan yang ikut menjadi korban.

Munawir menuturkan, sebelum kapal tenggelam, KM Nurul Salsa mengalami gangguan mesin. Awak kapal kemudian meminta seluruh penumpang mengenakan jaket pelampung. Saat itu situasi masih relatif tenang karena para penumpang mengira gangguan tersebut dapat segera diatasi. Namun, beberapa jam kemudian mesin kapal tak kunjung menyala. Kondisi semakin memburuk ketika gelombang laut semakin besar dan terus menghantam kapal hingga akhirnya oleng.

Di tengah situasi itu, Munawir melihat Naurah berada bersama kakek dan neneknya. Sang kakek memasangkan jaket pelampung terakhir kepada cucunya, sementara kakeknya tidak mengenakan pelampung. "Naurah ini sama kakek dan neneknya. Saat kapal tenggelam, neneknya berada di kelompok kapten kapal. Kalau kakeknya sama Naurah," kata Munawir menceritakan pengalamannya setelah diselamatkan nelayan di perairan Selayar, Selasa (21/7).

Tak lama kemudian, ombak besar kembali menghantam KM Nurul Salsa hingga kapal akhirnya tenggelam. Para penumpang pun terpental ke laut. Munawir melihat kakek Naurah ikut terseret ke dalam laut, sedangkan Naurah yang mengenakan jaket pelampung hanyut terbawa arus. "Kakek Naurah pas kapal tenggelam dia juga ikut tenggelam," ujarnya.

Di tengah derasnya ombak, Munawir mendengar Naurah berteriak meminta tolong sambil memanggil-manggil kakeknya. Mendengar teriakan itu, ia segera berenang menghampiri dan mengangkat Naurah ke atas sebuah gabus yang mengapung. "Naurah dia cari kakeknya, karena kakeknya itu ketika kapal tenggelam dia juga ikut turun (tenggelam). Naurah ini jauh dari gabus," tuturnya. "Saya lihat Naurah, langsung saya ambil anak itu, saya naikkan ke atas gabus," sambung Munawir.

Bertahan Hidup di Tengah Laut

Munawir kemudian berusaha bertahan hidup bersama Naurah dan sejumlah penumpang lainnya. Namun, saat malam tiba, ombak besar kembali menghantam mereka hingga gabus yang mereka tumpangi terbalik. Sejak saat itu, Naurah hilang dari pandangannya. "Saya tidak tahu lagi ke mana Naurah dan penumpang lainnya karena sudah tidak kelihatan. Kondisinya gelap," katanya.

Setelah berjuang selama beberapa jam di tengah laut, Munawir akhirnya diselamatkan oleh kapal nelayan yang melintas. Ia dievakuasi bersama puluhan penumpang lainnya. Hingga kini, proses pencarian korban masih terus berlangsung. Dari total 78 orang yang berada di atas KM Nurul Salsa, sebanyak 59 orang ditemukan selamat, satu orang dipastikan meninggal dunia, dan satu jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi. Dengan demikian, sekitar 17 penumpang masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian. Tim SAR terus mengoptimalkan operasi pencarian dengan melibatkan seluruh unsur yang berada di lokasi.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags