Rabu pagi, 15 Juli 2026, KM Nurul Salsa 01 bertolak dari Pelabuhan Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Kabupaten Selayar. Manifes mencatat 50 penumpang, namun tim SAR menemukan 74 orang di dalam kapal. Lima jam kemudian, mesin mati total di perairan barat Pulau Polassi, sekitar 43 nautical mil dari tujuan. Gelombang setinggi dua hingga tiga meter menghantam kapal yang kehilangan tenaga.
Upaya minta tolong gagal karena cuaca ekstrem. Pompa air rusak, air laut merembes masuk. Menjelang malam, kapal karam sepenuhnya. Penumpang berusaha menyelamatkan diri dengan apa pun yang bisa mengapung.
Bertahan di Atas Gabus
Asmal (24) dan Nurmiati (46) berhasil meraih selembar gabus (styrofoam) yang terlepas dari kapal. Awalnya lima orang berpegangan pada gabus itu, namun tiga di antaranya meninggal karena lapar, haus, dan dingin. Setelah dua malam terapung bersama jasad yang mulai membusuk, Asmal dan Nurmiati terpaksa melepaskan jenazah ketiga rekannya ke laut.
"Kedua korban mengaku terpaksa melepaskan jenazah ketiga rekannya ke laut setelah sekitar dua malam karena kondisi jenazah sudah membusuk," ungkap Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP Didid Immawan. Keajaiban datang pada hari keempat, Minggu (19/7/2026), saat kapal nelayan KM Bari Baria 05 menemukan mereka terdampar di Pulau Balalohong, Pangkep, dalam kondisi lemas. KRI Marlin-877 mengevakuasi keduanya.
Mukjizat di Pelukan Rompong
Lima korban lain juga selamat setelah empat hari terombang-ambing. Mereka adalah Sitti Amang (55), Andi Samad (62), Asseng (23), Ardita (17), dan Diska (7). Mereka bertahan dengan berpegangan pada rompong (alat bantu penangkapan ikan) milik nelayan.
"Kemampuan para korban bertahan hidup dengan berpegangan pada rompong nelayan menjadi faktor penting hingga akhirnya mereka berhasil ditemukan oleh kapal yang melintas," ujar Kepala Basarnas Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar. Kelimanya dievakuasi oleh KMN Sinar Matoanging 04.
Pencarian Belum Usai
Hingga Senin sore, Posko Operasi SAR mencatat 59 korban selamat, 1 meninggal dunia (di luar 3 korban yang diduga meninggal di atas gabus), dan 18 lainnya masih dalam pencarian. Arus kuat membawa korban hingga perairan Pangkep. Polres Selayar berkoordinasi dengan Polres Pangkep untuk mempercepat pencarian.
Basarnas memperluas area pencarian hingga 1.305 nautical mile persegi. Operasi melibatkan KN SAR Puntadewa 250, KN SAR Pacitan 102, KRI Marlin 877, KRI Hiu 634, serta TNI, Polri, BPBD, Syahbandar, dan nelayan. Meski gelombang 2-3 meter masih mengancam, misi kemanusiaan terus berjalan.
Artikel Terkait
Pemkab Selayar Tanggung Biaya Perawatan Korban Selamat KM Nurul Salsa 01
Tim DVI Buka Posko Ante Mortem di Selayar untuk Percepat Identifikasi Korban KM Nurul Salsa
Dua Penumpang KM Nurul Salsa Ditemukan Selamat, Total Korban Selamat Jadi 59 Orang
Basarnas Kerahkan Armada Tambahan dari Mataram untuk Cari 18 Korban KM Nurul Salsa yang Hilang