Veteran AS Ditangkap Usai Bakar Gedung Federal Protes Kebijakan Imigrasi Trump

- Selasa, 21 Juli 2026 | 06:18 WIB
Veteran AS Ditangkap Usai Bakar Gedung Federal Protes Kebijakan Imigrasi Trump

Seorang veteran Angkatan Darat AS ditangkap pada Senin (20/7) waktu setempat setelah dengan sengaja membakar area luar gedung federal di New York. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan imigrasi Presiden Donald Trump.

Pelaku, Andrew Arrabaca (43), menuangkan bensin di luar blok perkantoran Manhattan lalu menyulut api menggunakan korek api dan kembang api. Ia juga menembakkan pelet dari senapan angin. Dalam insiden di gedung yang menjadi tempat pengadilan imigrasi dan kantor Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) itu, dua pegawai pemerintah dan satu warga sipil menderita luka ringan.

Komisaris Departemen Kepolisian Kota New York Jessica Trisch mengatakan sebuah gerobak yang dibawa Arrabaca ditemukan di dekat gedung dengan tulisan "ICE off our street". Saat beraksi, ia mengenakan helm bergaya militer.

ICE sendiri telah menuai kritik karena taktik keras mereka, termasuk penembakan fatal terhadap dua imigran bulan ini dan dua warga negara AS awal tahun ini.

“Tuan Arrabaca datang dengan niat buruk,” kata James Barnacle dari kantor FBI di New York. Ia menambahkan bahwa Arrabaca membawa dua kapak, sebuah palu, dan tiga pisau. “Ketika dia ditangkap, dia meneriakkan istilah-istilah yang menghina ICE. Menggunakan kata-kata yang buruk. Dia adalah seorang ekstremis anti-Amerika, anti-pemerintah,” ujar Barnacle.

“Dia mengatakan dia menargetkan gedung itu, dan dia baik-baik saja jika dia melukai atau membunuh orang yang masuk dan keluar gedung, apakah mereka pegawai federal atau warga sipil,” tambahnya. Arrabaca bertugas di Angkatan Darat AS dari tahun 2001 hingga 2005 sebagai mekanik sistem rudal Patriot.

Rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan seorang pria berpakaian hitam mengosongkan ember di atas tangga sebelum api besar meletus. Ia kemudian berlari sebelum seorang petugas menjatuhkannya ke tanah.

Walikota New York Zohran Mamdani mengatakan kejadian tersebut sangat meresahkan. Ia lega tidak ada korban luka parah. “Pemerintahan kami akan terus memastikan bahwa setiap warga New York aman di kota mereka. Dan meminta pertanggungjawaban siapa pun yang mengancam hal tersebut,” ucapnya.

Pemimpin Minoritas Demokrat di DPR Hakeem Jeffries juga mengutuk serangan itu. “Tindakan teror dan kekerasan tidak mempunyai tempat di kota kami dan tidak akan pernah ditoleransi,” kata anggota parlemen dari New York itu dalam sebuah pernyataan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags