Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulawesi Selatan membuka posko ante mortem di Kabupaten Kepulauan Selayar guna menghimpun data keluarga korban KM Nurul Salsa. Langkah ini diambil agar proses identifikasi dapat berlangsung lebih cepat dan akurat jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam operasi pencarian.
Posko ante mortem ditempatkan di Terminal Pelabuhan Benteng dan RSUD KH Hayyung Selayar. Operasi DVI dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai Sabtu, 18 Juli 2026, hingga Jumat, 24 Juli 2026, sebagai bagian dari dukungan terhadap penanganan kecelakaan kapal tersebut.
Ketua Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel, Kompol Abdul Rahman, mengatakan pengumpulan data keluarga korban merupakan prosedur baku dalam penanganan musibah dengan banyak korban. Data itu akan sangat membantu bila ada korban yang harus diidentifikasi. “Untuk mempermudah identifikasi para korban kapal KM Nurul Salsa yang ditemukan nantinya,” ujarnya dalam rilis, Senin (20/7/2026).
Data yang diminta dari keluarga meliputi identitas pribadi, ciri-ciri fisik, pakaian terakhir yang dikenakan, rekam medis, data gigi, sidik jari, hingga informasi pendukung lain yang dapat menjadi pembanding saat identifikasi. Abdul Rahman mengimbau seluruh keluarga korban untuk datang ke posko dan menyerahkan data yang dibutuhkan. Semakin lengkap data yang diberikan, semakin besar peluang identifikasi berjalan cepat, tepat, dan akurat.
Pengerahan Tim DVI dilakukan di tengah operasi pencarian korban KM Nurul Salsa yang masih berlangsung di perairan Selayar. Kehadiran tim ini bukan berarti seluruh korban telah ditemukan, melainkan untuk menyiapkan sistem identifikasi sejak dini. Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan menyebut langkah ini sebagai bentuk kesiapsiagaan penting dalam mendukung operasi kemanusiaan pascatenggelamnya kapal. Ia juga mengajak keluarga korban memanfaatkan posko ante mortem agar data segera terkumpul.
Hingga Senin, 20 Juli 2026, jumlah penumpang KM Nurul Salsa yang terdata sebanyak 78 orang. Dari jumlah itu, 59 orang ditemukan selamat, satu orang meninggal dunia, dan 18 orang lainnya masih dalam pencarian.
Artikel Terkait
Hari Ketujuh Pencarian KM Nurul Salsa, Satu Jenazah Lagi Ditemukan
Tragedi KM Nurul Salsa: 74 Penumpang Terombang-ambing, 18 Masih Hilang
Dua Penumpang KM Nurul Salsa Ditemukan Selamat, Total Korban Selamat Jadi 59 Orang
Basarnas Kerahkan Armada Tambahan dari Mataram untuk Cari 18 Korban KM Nurul Salsa yang Hilang