Bantuan Militer AS ke Israel di Bawah Sorotan: 104 Anggota Kongres Usulkan Pemotongan

- Senin, 20 Juli 2026 | 12:50 WIB
Bantuan Militer AS ke Israel di Bawah Sorotan: 104 Anggota Kongres Usulkan Pemotongan

Hubungan Amerika Serikat dan Israel yang telah berlangsung lebih dari tujuh dekade salah satunya ditopang oleh bantuan militer yang mengalir tanpa jeda. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, lanskap politik di Washington mulai bergeser. Suara-suara kritis yang dulu dianggap tabu kini mulai terdengar di jantung Kongres.

Berdasarkan Nota Kesepahaman (MOU) 2016 untuk Tahun Anggaran 2019–2028, AS memberikan bantuan sebesar 3,8 miliar dolar AS per tahun. Rinciannya meliputi 3,3 miliar dolar AS hibah Foreign Military Financing (FMF) dan 500 juta dolar AS untuk program kerja sama pertahanan rudal, termasuk Iron Dome. Perlu ditegaskan bahwa MOU antara Amerika dan Israel tidak mengikat secara hukum, melainkan sebatas komitmen politik. Kongres harus mengesahkan anggarannya setiap tahun serta berwenang menaikkan atau menurunkan jumlahnya.

Seluruh dana tersebut merupakan 100 persen bantuan militer, sedangkan bantuan ekonomi telah dihentikan total sejak 2007. Hal ini semakin menguatkan keterlibatan Amerika dalam kekerasan militer dan genosida di Palestina, khususnya dalam dua tahun terakhir. Selanjutnya, bantuan FMF tersebut wajib dibelanjakan di AS. Sekitar 74–75 persen dana FMF wajib dibelanjakan untuk peralatan, jasa, dan pelatihan pertahanan dari perusahaan AS. Artinya, Amerika juga mengail keuntungan di balik hibah ini.

Sejarah Singkat Bantuan Amerika

Sejak tahun 1951, total bantuan Amerika ke Israel mencapai 174 miliar dolar AS atau sekitar 298 miliar dolar AS jika disesuaikan dengan inflasi. Rata-rata bantuan sejak tahun 1985 berkisar 3 miliar dolar AS per tahun. Tren bantuan ini terbukti terus meningkat dari masa ke masa. Jika MOU 2009–2018 berada di angka 3,1 miliar dolar AS per tahun, nilainya kini naik menjadi 3,8 miliar dolar AS per tahun pada MOU 2019–2028.

Jumlah 3,8 miliar dolar AS ini hanyalah bantuan reguler karena Kongres kerap meloloskan paket tambahan. Setelah 7 Oktober 2023, AS bahkan menyuntikkan bantuan militer tambahan hingga sempat menutupi lebih dari sepertiga total anggaran pertahanan Israel pada 2024.

Perubahan Sikap Kongres: Pergeseran Bersejarah

Meski belum lolos menjadi undang-undang, kita menyaksikan pergeseran bersejarah terjadi secara terbuka di Kongres Amerika. Untuk pertama kalinya, 104 anggota Kongres mengusulkan revisi atas bantuan 3,8 miliar dolar AS tersebut, baik berupa pemotongan maupun penghentian total.

Perkembangan ini sangat luar biasa dan bersejarah. Dua hingga tiga tahun lalu, sikap menolak bantuan ke Israel dianggap sebagai pelanggaran norma politik dan dicap anti-Amerika. Anggota Kongres Cori Bush dari Missouri bahkan pernah dikecam keras dan diancam pemecatan hanya karena mengkritik bantuan tersebut. Namun kini, angin perubahan mulai berembus di ruang publik Amerika.

Dalam pemungutan suara terakhir, 104 anggota justru mendukung revisi terhadap bantuan yang selama ini berjalan otomatis tanpa syarat. Ini menjadi sinyal kuat bahwa perdebatan mengenai Israel tidak lagi tabu.

Data menunjukkan bantuan AS terus menjadi tulang punggung militer Israel. Namun, dinamika politik domestik AS juga mulai berubah dan suara kritis kini mendapatkan tempat di Kongres. Perubahan ini memang tidak terjadi dalam semalam dan belum tentu mengubah kebijakan dalam waktu dekat. Namun, diskusi yang dulu mustahil kini telah menjadi kenyataan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags