Bentrokan di DPRD Riau Dipicu Pernyataan Soal Pergeseran Anggaran

- Senin, 20 Juli 2026 | 12:00 WIB
Bentrokan di DPRD Riau Dipicu Pernyataan Soal Pergeseran Anggaran

Gedung DPRD Provinsi Riau yang biasanya tenang berubah menjadi arena bentrokan pada Kamis (16/7/2026) siang. Kericuhan antara pendukung dua anggota dewan terjadi usai rapat Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Aksi saling pukul dan lempar barang mewarnai ruang rapat dan lobi gedung.

Insiden ini dipicu perselisihan antara Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ihwan dan Ketua Komisi V DPRD Riau Indra Gunawan Eet, yang sama-sama berasal dari Fraksi Partai Golkar. Ketegangan mulai terasa saat rapat Banggar membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) APBD Riau Tahun Anggaran 2025 sejak pagi.

Dalam rapat tersebut, Indra Gunawan Eet menyampaikan tanggapan yang menyinggung dugaan keterlibatan pimpinan DPRD Riau dalam pergeseran APBD 2025. Parisman Ihwan yang merasa namanya disebut langsung memotong pembicaraan. “Saat Eet menyampaikan tanggapan, langsung diinterupsi Parisman Ihwan yang merasa namanya disebut terlibat dalam pergeseran anggaran dan ingin meluruskan,” ujar seorang sumber di ruang rapat.

Perdebatan keduanya semakin panas. Mereka saling menunjuk, meninggikan suara, menepuk meja, bahkan saling menantang duel. Anggota Banggar lainnya berhasil melerai sehingga bentrokan fisik dapat dicegah saat itu. Karena situasi tidak kondusif, pimpinan rapat memutuskan menskors jalannya rapat.

Setelah rapat dilanjutkan dan berakhir sekitar pukul 14.30 WIB, situasi kembali memanas. Puluhan orang yang diduga pendukung Parisman telah berada di gedung untuk mencari Indra. Di waktu yang hampir bersamaan, Indra datang bersama pendukungnya. Indra sempat memasuki ruang rapat dan berjabat tangan dengan Parisman, tetapi tak lama kemudian pendukung kedua belah pihak memadati ruang rapat dan lobi.

Perdebatan kedua legislator kembali terjadi dan dengan cepat memicu bentrokan. Aksi saling pukul, saling maki, dan lempar barang tak terhindarkan. Sejumlah barang, termasuk asbak, dilaporkan sempat dilempar. Keributan berlangsung sekitar 10 menit. Seorang pria dilaporkan terjatuh setelah menerima beberapa pukulan.

Petugas keamanan DPRD Riau kewalahan mengendalikan situasi. Sejumlah anggota DPRD kemudian berupaya menenangkan kedua kubu dan meminta semua pihak meninggalkan gedung. Akhirnya kedua kelompok pergi dan kondisi berhasil dikendalikan.

Usai insiden, Parisman Ihwan mengakui tidak menerima pernyataan Indra dalam rapat. Sebelum rapat dilanjutkan, Parisman sempat mendatangi ruang Komisi V untuk menemui Indra, tetapi Indra sudah tidak ada.

Parisman Ihwan Minta Maaf

Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ihwan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Ia mengaku tidak menyangka insiden berujung ricuh, termasuk kedatangan pendukungnya ke gedung saat dirinya terlibat adu argumen dengan Indra. “Saya minta maaf kepada masyarakat Riau atas kejadian ini. Ini di luar prediksi bisa terjadi seperti itu,” ujar pria yang akrab disapa Iwan Fatah itu, Jumat (17/7/2026).

Menurut Parisman, kedatangan para pendukung dipicu informasi yang mereka terima mengenai situasi di ruang rapat. Meski begitu, ia mengaku telah berusaha menenangkan massa agar bentrokan tidak terjadi. “Mereka dapat kabar saya diperlakukan seperti itu di rapat sehingga memancing reaksi mereka datang ke DPRD. Saya pun sudah berusaha menghalau dan melerai agar tidak terjadi bentrokan,” katanya.

Parisman juga meminta maaf kepada Partai Golkar dan berharap persoalan ini dapat diselesaikan melalui mekanisme internal partai secara kekeluargaan. “Kepada Partai Golkar saya juga meminta maaf dan tentunya berharap persoalan ini bisa diselesaikan secepatnya,” ujarnya.

Sebagai pimpinan DPRD Riau, Parisman mengingatkan seluruh anggota dewan untuk menjaga norma, etika, dan tata tertib dalam setiap rapat. Menurutnya, tata tertib yang telah disepakati harus menjadi pedoman agar pembahasan berlangsung tertib, profesional, dan kondusif. “Kita ada tata tertib rapat yang harus dipatuhi. Ke depannya saya rasa aturan itu menjadi pijakan kita untuk lebih tertib saat rapat,” pungkasnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags