Final Piala Dunia 2026 berakhir dengan kejutan: Spanyol mengalahkan Argentina 1-0 setelah perpanjangan waktu. Meski Argentina datang sebagai juara bertahan dan mengandalkan Lionel Messi di final kelimanya, mereka tampil tanpa daya. Spanyol mendominasi dengan 68 persen penguasaan bola dan 20 tembakan berbanding tiga milik Argentina. Lebih mengejutkan lagi, Argentina sama sekali tidak melepaskan tembakan tepat sasaran sepanjang 120 menit. Kiper Spanyol hampir menjadi penonton termahal di stadion.
Namun, hingga menit ke-106, pertandingan masih terasa bakal berujung adu penalti. Kiper Argentina Emiliano Martinez tampil gemilang dengan 11 penyelamatan, menjadi tembok hidup yang membuat Spanyol frustrasi. Tapi kartu merah Enzo Fernandez di masa injury time mengubah segalanya. Bermain dengan 10 orang melawan Spanyol yang sedang on fire adalah bunuh diri. Gol Ferran Torres dari umpan sundulan Nico Williams menjadi klimaks yang sederhana, efisien, dan terasa adil bagi sepak bola kolektif Spanyol.
Lalu bagaimana dengan Messi? Di usia 39 tahun, ia nyaris tidak terlihat di lapangan. Bukan karena performanya buruk, tetapi Spanyol berhasil mengisolasi dia total. Ini mungkin akhir yang pahit bagi generasi emas Argentina. Namun di sisi lain, kemenangan Spanyol menegaskan bahwa sepak bola tim kembali mengalahkan ketergantungan pada satu nama besar.
Artikel Terkait
Klaim Gavi Tuding Argentina Korupsi Usai Final Piala Dunia 2026 Ternyata Hoaks
Dari Desa Kecil ke Panggung Dunia: Kisah Pau Cubarsi, Bek Muda Spanyol yang Bersinar di Piala Dunia 2026
Belanda Raih Penghargaan Fair Play FIFA untuk Pertama Kalinya
FIFA Jual Potongan Rumput Lapangan Piala Dunia 2026 Seharga Rp54 Juta