FIFA resmi menunjuk wasit asal Slovenia, Slavko Vincic, untuk memimpin final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, pada Senin dini hari, 20 Juli 2026 waktu Indonesia. Penunjukan ini menempatkan Vincic sebagai sosok sentral dalam laga puncak yang mempertemukan dua tim yang tengah memburu gelar juara dunia.
Dalam tugasnya, Vincic akan dibantu dua rekan senegaranya, Tomaz Klancnik dan Andraz Kovacic, sebagai asisten wasit. FIFA juga menunjuk Adham Makhadmeh dari Yordania sebagai ofisial keempat dan Mohammad Alkalaf sebagai wasit cadangan.
Vincic datang ke final dengan modal pengalaman yang kuat. Di Piala Dunia 2026, wasit berusia 46 tahun itu sudah memimpin tiga pertandingan: Brasil vs Maroko di fase grup, Yordania vs Aljazair di fase grup, dan Meksiko vs Ekuador pada babak 32 besar. Dalam tiga laga tersebut, ia mengeluarkan total tujuh kartu kuning dan satu kartu merah. Kartu merah itu diberikan saat laga Meksiko vs Ekuador, ketika Piero Hincapie dihukum langsung karena melanggar aturan baru FIFA yang melarang pemain menutup mulut menggunakan tangan.
Jam Terbang Tinggi di Eropa
Vincic bukan nama baru dalam perwasitan level elite. Wasit kelahiran Maribor, Slovenia, itu mengantongi lisensi FIFA sejak 2010 dan memulai karier profesional di Liga Slovenia pada 2007. Sebelum dipercaya memimpin final Piala Dunia 2026, ia lebih dulu mengawal sejumlah partai penting di Eropa. Vincic tercatat pernah memimpin final Liga Europa 2021/2022 antara Eintracht Frankfurt melawan Rangers, serta final Liga Champions 2023/2024 antara Borussia Dortmund kontra Real Madrid. Ia juga sudah merasakan panggung Piala Dunia 2022. Pada turnamen itu, Vincic memimpin dua pertandingan, termasuk saat Argentina kalah 1-2 dari Arab Saudi di fase grup, serta laga Wales melawan Inggris.
Kontroversi Masa Lalu
Di balik rekam jejak internasionalnya, nama Slavko Vincic sempat terseret kontroversi pada Mei 2020. Ia pernah diamankan dalam penggerebekan aparat kepolisian Bosnia Herzegovina di sebuah hotel di daerah Bijeljina dalam operasi yang menyasar dugaan prostitusi, peredaran narkoba, dan kepemilikan senjata ilegal. Dalam operasi itu, polisi menangkap sejumlah perempuan dan pria serta menyita narkotika, uang tunai, dan senjata. Namun setelah pemeriksaan mendalam, Vincic dibebaskan karena tidak ditemukan bukti yang mengaitkannya dengan jaringan tersebut.
Saat itu, Vincic menjelaskan bahwa dirinya berada di Bosnia Herzegovina untuk urusan pekerjaan dan memenuhi undangan menghadiri sebuah pertemuan tanpa mengetahui konteks sebenarnya. Hasil penyelidikan kemudian tidak menemukan bukti keterlibatannya, sehingga ia dilepas.
Dengan latar pengalaman besar dan sorotan masa lalu itu, Vincic kini akan memimpin salah satu laga paling penting di kalender sepak bola dunia, ketika Spanyol dan Argentina saling berhadapan untuk memperebutkan gelar Piala Dunia 2026.
Artikel Terkait
Booing Mewarnai Kehadiran Trump di Final Piala Dunia 2026
Kemenangan Spanyol di Piala Dunia 2026 Disambut Sukacita Warga Gaza
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Argentina Lewat Perpanjangan Waktu
Pemain Argentina Terlibat Perkelahian Usai Kalah dari Spanyol di Final Piala Dunia