Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, menghadiri peluncuran dan bedah buku Peter F. Gontha berjudul "Perjalanan – dari – Orde Lama, Orde Baru, Reformasi, – hingga Indonesia Masa Kini" pada Kamis (2/7/2026). Dalam kesempatan itu, ia menyebut buku tersebut sebagai sebuah kesaksian tentang perjalanan bangsa Indonesia, yang memuat harapan, keberhasilan, kegagalan, serta pelajaran berharga agar Indonesia bisa menjadi bangsa yang lebih adil, makmur, dan bermartabat.
Menurut Said Didu, buku ini ditulis oleh sosok multidimensi yang berada di pusaran berbagai peristiwa penting bangsa dari satu era ke era berikutnya. Ia menjelaskan, buku tersebut menyajikan kisah-kisah di balik layar beserta konteks berbagai peristiwa bersejarah yang benang merahnya masih terasa hingga kini.
Peluncuran dan bedah buku itu dihadiri banyak tokoh dari berbagai lintas generasi. Said Didu mengapresiasi hal tersebut, karena diskusi lintas generasi dinilai penting untuk memahami perjalanan bangsa.
Salah satu bagian yang menarik perhatiannya adalah pembahasan mengenai peran oligarki dalam pemerintahan Indonesia sejak era Bung Karno hingga masa kini. Buku itu menyajikan data lengkap dengan nama-nama dan foto para tokoh yang terlibat.
Selain itu, Said Didu menyoroti pembahasan tentang sejumlah tokoh bangsa dengan karakter dan gaya kepemimpinan masing-masing yang mewarnai perjalanan Indonesia. Di akhir keterangannya, ia menyesalkan bahwa salah satu karakter kepemimpinan yang kini hilang adalah karakter mantan Kapolri, Hoegeng Iman Santoso.
Artikel Terkait
Jokowi Tegaskan Tak Mungkin Gigit Diri Sendiri dalam Pemberantasan Korupsi
Faksi Geng SOP Dituding Selundupkan Data Palsu ke Pidato Prabowo
Said Didu Sebut Tim PKH Mulai Lumpuh Usai Ketua Pelaksana Ditahan
Kapolri Minta Jajarannya Lahirkan Hoegeng-Hoegeng Baru