Di Desa Rigeb, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, ada target yang cukup ketat. BNPB bertekad menyelesaikan 133 unit hunian sementara untuk para korban bencana. Waktunya? Mereka mengejar agar semua rampung pada 14 Februari 2026. Dengan begitu, warga yang terdampak punya harapan untuk bisa menempatinya tepat di bulan Ramadhan.
Kalau dilihat Senin lalu, progres pembangunan terus berjalan. Berbagai pihak terlibat di lokasi, saling bahu-membahu. Tujuannya satu: memastikan huntara ini cepat jadi dan bisa langsung ditinggali. Soalnya, warga yang membutuhkan tempat tinggal layak itu tidak sedikit.
Menurut BNPB, upaya ini bagian penting dari pemulihan pascabencana. Intinya, bagaimana caranya agar kehidupan warga bisa kembali normal secepatnya. Mereka butuh rasa aman, butuh tempat berteduh yang layak.
Di sisi lain, huntara yang dibangun nggak cuma sekadar bangunan kosong. Fasilitas dasar untuk kebutuhan sehari-hari juga disiapkan. Jadi, meski sementara, diharapkan warga bisa hidup dengan lebih nyaman sambil menata kembali masa depan mereka.
Artikel Terkait
PGRI Protes: Mengapa Hanya Guru yang Dijuluki Honorer?
Foto Palsu Zohran Mamdani dan Epstein: Hoaks yang Diperparah Kebencian Sektarian
Di Tengah Gelap dan Dingin Perang, Warga Kiev Menari di Atas Sungai Beku
Pria di Blora Terancam 1,5 Tahun Penjara Usai Tewaskan Kucing dengan Tendangan