Presiden AS Donald Trump mengklaim Iran kini siap untuk bernegosiasi. Klaim ini cukup mengejutkan, mengingat sebelumnya Teheran kerap mengancam akan membalas keras setiap serangan dari Washington.
Dalam wawancaranya dengan FoxNews, Trump terdengar lebih terbuka. "Iran mulai bicara dengan kita," ujarnya. "Mari kita lihat jika kita bisa mendapatkan sesuatu. Kalau tidak, ya kita lihat saja nanti apa yang terjadi."
"Mereka akan bernegosiasi," tegasnya lagi, sembari mengingatkan posisi militernya. "Kita punya armada yang sedang bergerak ke sana."
Di sisi lain, Trump mengaku sengaja merahasiakan rencana-rencananya dari sekutu AS di Timur Tengah. Termasuk soal kemungkinan serangan dalam waktu dekat. Alasannya klasik: keamanan operasi.
"Ya, kita tidak bisa memberi tahu mereka rencana kita," kata Trump. "Kalau saya beri tahu mereka, risikonya sama bahayanya dengan saya bocorkan ke kalian. Bisa berakibat buruk."
Ancaman terhadap Iran sendiri bukan hal baru. Trump berulang kali menyuarakannya, terutama menanggapi cara Iran menangani aksi demonstrasi besar-besaran di negaranya.
Armada tempur AS memang sudah dikerahkan mendekati kawasan. Gugus tugas itu dipimpin Kapal Induk USS Abraham Lincoln, dikawal sejumlah kapal perusak dan kapal selam berpeluru kendali. Posisinya sudah sangat dekat dengan Iran.
Dari Tehran: Sinyal Damai dan Penolakan Perang
Menariknya, dari pihak Iran muncul sinyal yang kurang lebih sejalan. Menurut laporan AFP, Kepala Dewan Keamanan Tertinggi Iran, Ali Larijani, menyebut negosiasi memang sedang dipersiapkan.
"Berbeda dengan pemberitaan media-media, struktur untuk sebuah kesepakatan lewat negosiasi sedang diproses," kata Larijani. Pernyataan ini disampaikan sehari setelah pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow.
Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyuarakan penolakan terhadap konflik terbuka. Menurutnya, perang tidak menguntungkan siapa pun.
"Republik Islam Iran tidak pernah sekalipun mencari jalan untuk perang," tegas Pezeshkian usai berbincang dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi.
"Sudah jelas pula, bahwa perang tidak akan ada di dalam kepentingan Iran atau AS, atau kawasan ini secara keseluruhan," imbuhnya.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu