Gerai pulsa di Jalan Perhubungan, Tembung, mendadak jadi sorotan Rabu malam lalu. Sekitar pukul 20.30, seorang pria datang untuk mengisi ulang e-wallet. Rupanya, niatnya tidak bersih. Ia diduga menyelipkan uang palsu di antara lembaran rupiah asli.
Pemilik gerai, Govin Faturahman, masih ingat betul detail kejadiannya. Menurut ceritanya, pelaku berniat mengisi saldo sebesar Rp 200.000. Tapi, ada yang janggal dari caranya membayar.
"Rp 200.000 sama adminnya Rp 203.000. Dua-duanya palsu," ujar Govin, Jumat (30/1).
Ia melanjutkan, "Uangnya ditimpanya sama uang Rp 2.000 dan Rp 1.000 logam." Modusnya klasik: menyembunyikan yang palsu di balik uang receh yang asli.
Namun begitu, aksi itu tak berjalan mulus. Pegawai di lokasi curiga. Setelah diperiksa lebih teliti, hologram pada uang kertas itu terlihat tidak benar. "Iya, uangnya baru kayak gitu," kata Govin. "Tahunya dari hologram."
Artikel Terkait
Anggota DPR Ingatkan Pemerintah Soal Desain Matang Jika WFH Dilanjutkan
Pemerintah Tunda Pengiriman 8.000 Pasukan Perdamaian TNI ke Gaza
Pengerjaan Jalan Hertasning Makassar Rampung, Fokus Beralih ke Aroepala
TAUD Desak Polisi Ungkap Dalang Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS