Modus Uang Palsu di Balik Receh, Gerai Pulsa Tembung Dua Kali Jadi Korban

- Jumat, 30 Januari 2026 | 12:06 WIB
Modus Uang Palsu di Balik Receh, Gerai Pulsa Tembung Dua Kali Jadi Korban

Gerai pulsa di Jalan Perhubungan, Tembung, mendadak jadi sorotan Rabu malam lalu. Sekitar pukul 20.30, seorang pria datang untuk mengisi ulang e-wallet. Rupanya, niatnya tidak bersih. Ia diduga menyelipkan uang palsu di antara lembaran rupiah asli.

Pemilik gerai, Govin Faturahman, masih ingat betul detail kejadiannya. Menurut ceritanya, pelaku berniat mengisi saldo sebesar Rp 200.000. Tapi, ada yang janggal dari caranya membayar.

"Rp 200.000 sama adminnya Rp 203.000. Dua-duanya palsu," ujar Govin, Jumat (30/1).

Ia melanjutkan, "Uangnya ditimpanya sama uang Rp 2.000 dan Rp 1.000 logam." Modusnya klasik: menyembunyikan yang palsu di balik uang receh yang asli.

Namun begitu, aksi itu tak berjalan mulus. Pegawai di lokasi curiga. Setelah diperiksa lebih teliti, hologram pada uang kertas itu terlihat tidak benar. "Iya, uangnya baru kayak gitu," kata Govin. "Tahunya dari hologram."

Karena rasa tidak percaya itu, transaksi pun tak dilanjutkan. Pelaku sempat kembali, bertanya-tanya soal isi ulang yang tertunda. Akhirnya, ia mengambil kembali uangnya dan pergi begitu saja.

"Belum diisi. Dia (pegawainya) pandai, ditahannya dulu," jelas Govin. "Habis itu balik lagi, ambil duitnya itu."

Ini bukan kali pertama Govin mengalami hal serupa. Bahkan, ia menduga pelakunya sama. Sebelumnya, pernah terjadi kasus serupa saat gerai ramai pengunjung. "Isi Rp 150.000 jadi enggak sempat ngecek karena ramai," katanya dengan nada kesal.

Meski dua kali jadi korban, Govin memilih untuk tidak melaporkan ke polisi. Alasannya sederhana, sekaligus membuat kita menghela napas. "Belum ada, karena nominalnya segitu kan," tutupnya. Kerugian yang dianggap kecil itu rupanya belum cukup untuk membawanya ke ranah hukum. Di sisi lain, pelaku mungkin masih berkeliaran, mencari mangsa berikutnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler