Gempa 4,4 Magnitudo Guncang Bantul, Trauma 2006 Kembali Terasa

- Selasa, 27 Januari 2026 | 14:00 WIB
Gempa 4,4 Magnitudo Guncang Bantul, Trauma 2006 Kembali Terasa

Getarannya datang tiba-tiba, Selasa siang itu. Tepat pukul 13.15 WIB, Bantul, Yogyakarta, diguncang gempa berkekuatan 4,4 magnitudo. Goyangannya cukup kencang, langsung terasa oleh warga.

Di SMP N 1 Pandak, suasana kelas yang tenang langsung berubah jadi hiruk-pikuk. Para siswa berhamburan keluar, menyelamatkan diri begitu bumi bergoyang. Refleks mereka cepat sekali.

Lusi Suharyati, seorang guru seni budaya, masih berada di lantai dua saat itu. Jelas dia merasakan ketakutan yang mendalam.

"Aku sampai lemas. Karena ada trauma (gempa) 2006," ujarnya, mengingat pengalaman pahit belasan tahun silam.

Dia menggambarkan kepanikan yang terjadi di depan matanya. "Siswanya lari berhamburan refleks keluar semua. Apalagi saya di lantai 2 masih ndredek (gemetar)," cerita Lusi.

Namun begitu, situasi kini sudah jauh lebih kondusif. Setelah beberapa saat berkumpul di lapangan, aktivitas belajar-mengajar kembali berjalan normal. Untungnya, tak ada laporan kerusakan bangunan.

"Keluar sebentar di lapangan. Sekarang pelajaran lagi seperti biasa," tuturnya, mencoba menenangkan suasana.

Gempa yang sama juga dirasakan Nanda Puspita, guru di SDN Ngablak, Piyungan. Saat gempa datang, dia justru memperhatikan sesuatu yang detail.

"Aku di kelas. Aku diam aja lihat galon ada airnya getar. Ya udah aku ngiringi anak-anak nyuruh keluar," kata Nanda.

Menurutnya, respons siswa-siswanya terbilang bagus. Mereka tidak panik berlebihan. Hal ini tak lepas dari persiapan yang sudah dilakukan sekolah.

"Udah ada sekolah sadar bencana. Jadi relatif tenang," jelasnya.

Guncangan itu bahkan merambat hingga ke wilayah lain. Di Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, seorang warga bernama Yuwono merasakannya dengan jelas.

"Sedang mau tidur, ada gempa, saya lari keluar," katanya singkat, menggambarkan aksi spontan yang dilakukan banyak orang siang itu.

Secara umum, meski sempat membuat kaget, gempa ini tidak menimbulkan kerusakan berarti. Yang tersisa adalah cerita tentang kewaspadaan dan kilas balik trauma lama, terutama bagi mereka yang pernah merasakan dahsyatnya gempa 2006.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler