Eks Danjen Kopassus Murka, Sebut Prabowo “Seperti Katak dalam Tempurung” dan Antikritik
Suara keras kembali terdengar dari kalangan purnawirawan militer. Kali ini, Mayor Jenderal (Purn) Soenako, mantan Komandan Jenderal Kopassus, tak ragu melontarkan kritik pedas terhadap Presiden Prabowo Subianto. Lewat sebuah video yang viral di media sosial, Soenako secara terbuka menyoroti gaya kepemimpinan Prabowo yang dinilainya antikritik dan terlalu berpusat pada hubungannya dengan Joko Widodo.
Soenako mengaku sudah lama mengenal sosok Prabowo. Tapi, menurut pengamatannya belakangan ini, sikap sang Presiden justru berubah. Dia terlihat menutup diri, enggan mendengar suara publik yang berbeda.
“Saya tahu dan kenal Prabowo. Orang ini anti kritik. Dia hanya sibuk menyenangkan Jokowi dan para termulnya. Sementara hampir 300 juta rakyat Indonesia dia abaikan,”
Ucap Soenako dengan nada tegas dalam video yang diunggah di kanal YouTube Edy Mulyadi, Kamis lalu. Suaranya terdengar emosional, penuh kekecewaan.
Menurutnya, Prabowo sebenarnya paham betul apa yang diinginkan banyak orang. Ada tuntutan agar Jokowi diproses hukum dan Gibran dimakzulkan. Tapi, alih-alih merespons hal itu, Prabowo malah memilih jalan lain. “Saya yakin dia tahu, mayoritas rakyat menghendaki tangkap dan adili Jokowi juga makzulkan Gibran. Tapi Prabowo justru bermesraan dengan Jokowi,” tegas Soenako tanpa tedeng aling-aling.
Di sisi lain, Soenako juga mempertanyakan kewibawaan Prabowo sebagai pemimpin negara. Bahkan, dia sampai menggunakan perumpamaan yang cukup tajam: “katak dalam tempurung”. Istilah itu menggambarkan seorang pemimpin yang dianggapnya tak peka, hidup dalam dunianya sendiri dan mengabaikan realita di luar.
“Presiden kok takut sama Jokowi dan Luhut. Presiden kok takut sama Kapolri. Prabowo tak pantas jadi Presiden,”
Tambahan kritiknya itu semakin melengkapi gambaran ketidakpuasannya.
Reaksi pun berembus kencang, terutama di dunia maya. Sebagian melihat ini sebagai cermin kekecewaan kalangan elite militer lama terhadap jalannya pemerintahan sekarang. Namun begitu, tak sedikit yang menilai pernyataan Soenako ini terlalu mengedepankan emosi, kurang disertai data atau bukti yang konkret.
Hingga saat ini, suasana dari Istana Kepresidenan masih senyap. Belum ada tanggapan resmi yang dikeluarkan oleh pihak Prabowo maupun stafnya mengenai kritikan pedas dari sang mantan jenderal tersebut. Situasinya masih ditunggu-tunggu.
Artikel Terkait
Gelandang Kanada Ismael Kone Alami Patah Kaki Usai Tekel Keras saat Timnya Hajar Qatar 6-0
NasDem Resmi Tunjuk Hayarna Hakim Gantikan Rusdi Masse di DPR RI
KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar untuk Dalami Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA yang Seret Silmy Karim
Wakil Ketua DPR Temui Mahasiswa yang Berdemo, Bahas Status Tersangka Sejumlah Aktivis Trisakti