Panik di Pantai Bondi: 12 Nyawa Melayang dalam Rentetan Tembakan

- Senin, 15 Desember 2025 | 06:54 WIB
Panik di Pantai Bondi: 12 Nyawa Melayang dalam Rentetan Tembakan

Kekacauan di Pantai Bondi: 12 Tewas dalam Penembakan

Suasana liburan berubah jadi mimpi buruk di Pantai Bondi, Sydney, Minggu lalu. Dari informasi yang berhasil dikumpulkan, dua pria seorang ayah dan anaknya diduga menjadi otak penembakan brutal ini. Korban jiwa berjatuhan, dengan belasan lainnya terluka.

Video yang beredar cepat di media sosial sungguh memilukan. Tampak sejumlah orang tergeletak tak berdaya di trotoar, beberapa di antaranya berlumuran darah. Suasana panik langsung menyebar.

Dalam konferensi pers yang digelar, Komisioner Polisi Mal Lanyon memberikan penjelasan. Ia mengonfirmasi bahwa 12 orang meninggal dunia dalam insiden mengerikan tersebut. "Kami tidak mencari orang ketiga," tegas Lanyon, menepis spekulasi adanya pelaku lain.

Menurut Lanyon, pelaku berusia 50 tahun itu tewas di tempat kejadian. Rekannya, yang berusia 24 tahun, sempat dalam kondisi kritis namun kini mulai stabil. Fakta mengejutkan lain: pria yang lebih tua itu ternyata memegang enam izin senjata api. Dan enam pucuk senjata berhasil diamankan polisi dari lokasi.

Insiden ini terjadi di tengah perayaan Hanukkah, sebuah acara keagamaan Yahudi. Selain sepuluh warga sipil yang tewas, sebelas orang lainnya mengalami luka-luka. Dua di antara korban luka adalah anggota kepolisian. Semua korban yang selamat sudah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Kepanikan melanda begitu tembakan meletus. Saksi mata menggambarkan, pengunjung pantai langsung berhamburan menyelamatkan diri, menuju jalan raya dan taman di sekitarnya. Suasana kacau balau.

Seorang saksi bernama Marcus masih terdengar shock saat diwawancarai.

"Saya pasti mendengar, mungkin sekitar 40 atau 50 kali tembakan. Suaranya sangat jelas," ujarnya.

Marcus mengaku, reaksi pertamanya adalah panik. Tanpa pikir panjang, ia dan orang-orang di sekitarnya lari tunggang-langgang.

"Kami semua langsung lari. Barang-barang ditinggalkan semua, sandal jepit dan segala macam. Kami cuma lari menyusuri bukit itu," kenangnya.

Menurut kesaksian lain, kekacauan itu berlangsung cukup lama, sekitar sepuluh menit yang terasa seperti keabadian bagi mereka yang mengalaminya.

Di sisi lain, respons pemerintah pun datang. Perdana Menteri Anthony Albanese menyebut tragedi ini sebagai peristiwa yang mengejutkan dan menyedihkan. Ia memastikan bahwa seluruh bantuan dan petugas telah dikerahkan ke lokasi untuk menangani situasi dan korban.

Saat ini, pantai yang biasanya ramai dengan tawa itu masih diselimuti duka. Investigasi terus berlanjut untuk mengungkap motif di balik aksi tak berperikemanusiaan ini.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler