Di tengah maraknya aktivitas digital, ancaman di ruang maya justru makin menjadi-jadi. Menteri Komunikasi dan Informatika, Meutya Hafid, dengan tegas menyoroti hal ini. Menurutnya, untuk memberantas kejahatan siber, kolaborasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mutlak harus diperkuat.
“Pesan Pak Presiden termasuk yang paling awal disampaikan kepada kami terkait kejahatan-kejahatan di ranah digital. Di antaranya judi online, penipuan online, kejahatan-kejahatan terhadap anak-anak kita dan sebagainya,” ucap Meutya.
Pernyataan itu disampaikannya dalam Deklarasi Indonesia Arah Digital di Sopo Del Tower, Jakarta Selatan, Rabu lalu. Ia tak cuma menyebut judi atau penipuan online. Daftar kejahatannya panjang: mulai dari peretasan, kebocoran data, sampai praktik yang mengancam anak-anak.
“Kerja sama dengan BSSN harus lebih kita tingkatkan dengan lebih kuat lagi,” imbuhnya, menekankan poin itu.
Memang, di era yang serba terkoneksi sekarang, unsur ‘keterjagaan’ adalah kunci. Masyarakat perlu punya kesadaran, paham betul mana yang berisiko dan mana yang aman saat berselancar di internet. Tanpa itu, semua kemajuan jadi percuma.
“Keterjagaan ini amat penting, terutama dalam melindungi data-data pribadi dari masyarakat, infrastruktur kritikal kita seperti Pusat Data Nasional kita dan data-data strategis negara yang memang nanti akan terdigitalisasi. Ini tentu perlu pengamanan yang amat baik,” jelas Meutya.
Ia kemudian menambahkan sebuah refleksi yang cukup menusuk. “Rasanya tidak terlalu ada manfaatnya atau bahkan lebih banyak mudaratnya kalau kita membangun, meluaskan pertumbuhan, namun tidak terjaga.”
Peringatannya jelas. Pembangunan infrastruktur digital harus berjalan beriringan dengan sistem keamanan yang tangguh. Kalau tidak, yang ada bukannya kemajuan, melainkan kerugian yang lebih besar.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu