Di Islamabad, Selasa lalu, Prabowo Subianto tak hanya membicarakan kerja sama. Presiden Indonesia itu secara langsung melayangkan undangan resmi kepada Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif. Undangannya sederhana namun bermakna: datanglah ke Indonesia.
"Saya secara resmi mengundang Perdana Menteri Sharif untuk mengunjungi Indonesia," ujar Prabowo dalam pernyataan pers bersama.
Ia bahkan memperluas undangan itu. "Dan juga para pemimpin anda untuk datang, melihat apa yang terjadi di sini. Mungkin nanti, anda bisa berbagi saran, pemikiran, tentang cara kita meningkatkan kerja sama."
Menurut Prabowo, undangan ini bukan sekadar formalitas belaka. Latar belakangnya adalah kedekatan yang sudah terjalin, terutama dalam menyikapi isu-isu global yang pelik. Indonesia dan Pakistan, katanya, punya nilai dan prinsip yang nyaris sama.
"Dan juga, kita mengkoordinasikan kebijakan luar negeri kita karena kita memiliki pendirian dan prinsip yang sama, terutama terhadap Palestina, terhadap Gaza," tegasnya.
Koordinasi itu bukan omong kosong. Prabowo menyebut komunikasi antara kedua negara, khususnya di tingkat menteri luar negeri, berjalan sangat intens. Inilah yang membuat sikap mereka kerap kali seragam dan konsisten di forum internasional.
"Para menteri kita, para menteri luar negeri kita, saling berhubungan erat," tambahnya.
Dan dengan nada penuh keyakinan, ia menutup pernyataannya. "Kita akan selalu berusaha, kita akan selalu mempertahankan pendirian bersama dalam hal ini."
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu