Hi!Pontianak – Harapan warga jelas: pemerintah kota perlu lebih sering memantau kondisi sungai di sekitar tempat tinggal mereka. Ini bukan sekadar permintaan biasa, tapi desakan yang muncul dari pengalaman pahit berulang.
Di Gang Jeruju III, seorang warga bernama Feri menyuarakan kekhawatiran yang sama. Menurutnya, normalisasi Sungai Beliung dan Sungai Kapuas harus jadi agenda rutin. Tujuannya sederhana, tapi krusial: mencegah banjir yang lebih parah di masa datang.
“Harapannya sih kepada pemerintah, sering-sering dipantau lah sungai ini,” ujar Feri.
Ia melanjutkan, “Kalau bisa, sering-seringlah normalisasi terhadap sungai Beliung maupun Kapuas ini agar mencegah terjadinya banjir yang besar.”
Pernyataan itu disampaikannya kepada Hi!Pontianak pada Senin, 8 Desember 2025. Bagi Feri dan tetangga-tetangganya, langkah ini penting. Tanpa itu, banjir yang kerap menyapu masuk ke dalam rumah akan terus berulang, dan kerugian masyarakat pun tak terhindarkan.
Di sisi lain, kondisi di lapangan memang memprihatinkan. Hingga hari ini, aliran air terlihat naik cukup deras lebih tinggi dari biasanya. Arusnya pun kencang.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, genangan air sudah mencapai sebatas lutut orang dewasa. Dan yang mengkhawatirkan, permukaannya masih terus merangkak naik, pelan tapi pasti, menggenangi jalan dan halaman rumah.
Artikel Terkait
Kejagung Bekuk Buronan Kasus Penipuan Batu Bara Rp7 Miliar di Bandara Soekarno-Hatta
Lebih dari Seribu Gempa Susulan Guncang Sigi Sepekan Pascagempa M6,7
PMI Siagakan 200 Mobil Tangki Air Antisipasi Kekeringan Akibat El Nino
Jepang Hajar Tunisia 4-0, Samurai Biru Kokoh di Puncak Grup F Piala Dunia 2026