Demokrat Soroti Maraknya Hoaks ke SBY: Buzzer Termul Makin Giat Ngibul

- Jumat, 05 Desember 2025 | 17:50 WIB
Demokrat Soroti Maraknya Hoaks ke SBY: Buzzer Termul Makin Giat Ngibul

Politikus Demokrat Soroti Gelombang Hoaks ke SBY: "Buzzer Termul Makin Giat Ngibul"

Jakarta – Serangan hoaks yang menyasar Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai kian menjadi. Ricky Kurniawan, politikus Partai Demokrat, menyoroti fenomena ini dengan nada prihatin. Menurutnya, ada sekelompok buzzer yang ia juluki "buzzer termul" yang aktivitasnya makin tak terkendali. Mereka rajin memproduksi konten menyesatkan, padahal faktanya, data valid justru mudah diakses di era keterbukaan informasi seperti sekarang.

“Buzzer-buzzer termul lagi giat dan rajin buat konten-konten hoaks, padahal fakta jelas di depan mata dan data valid gampang diakses saat ini,”

kata Ricky, Jumat (5/12/2025).

“Memang kebohongan itu menjadi prinsip dasar mereka. Kalau tidak bohong… ya ngibul kerjaannya,”

tambahnya tanpa tedeng aling-aling.

Di sisi lain, Ricky mengakui bahwa serangan semacam ini bukanlah hal baru. Namun begitu, intensitasnya belakangan ini meningkat tajam, seiring dengan dinamika politik nasional yang memanas. Ia khawatir narasi-narasi manipulatif itu bisa menyesatkan publik yang kurang kritis.

Masyarakat pun diingatkan untuk jangan mudah termakan. Setiap informasi, terutama yang bernada serangan, perlu dicek dulu kebenarannya.

Lantas, bagaimana sikap partainya? Ricky menegaskan, Demokrat tetap berpegang pada politik yang mengedepankan data dan prestasi. Etika komunikasi publik yang sehat, menurutnya, adalah hal yang non-negosiable. Ia juga berharap ada langkah tegas dari pihak berwenang dan platform media sosial. Mereka harus aktif menindak penyebaran informasi palsu yang jelas-jelas merusak demokrasi.

“Kita harus lawan hoaks dengan fakta. Jangan beri ruang pada kebiasaan ngibul yang ingin merusak akal sehat publik,”

tegasnya menutup pernyataan.

Pertanyaannya sekarang, apakah seruan ini cukup untuk meredam gelombang hoaks yang terus berulang? Waktu yang akan menjawab.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler