Rapat kerja dengan Kementerian Kehutanan, Kamis lalu, berlangsung tegang. Ketua Komisi IV DPR, Siti Hediati Hariyadi atau yang lebih dikenal sebagai Titiek Soeharto, tak bisa menyembunyikan amarahnya. Di hadapan para pejabat, ia menunjukkan sebuah video yang baru saja diterimanya.
Rekaman itu memperlihatkan truk-truk pengangkut kayu melintas di jalanan wilayah yang baru saja dilanda banjir dan longsor di Sumatera. Menurut sejumlah saksi, truk-truk itu terlihat melintas hanya dua hari setelah bencana menerjang. "Lebih menjengkelkan lagi, itu truk lewat di jalan raya. Dan dengan kemajuan teknologi, truk itu lewat depan hidung kita. Sungguh menyakitkan banget itu," ucap Titiek, suaranya penuh emosi.
Bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat itu memang parah. Cuaca ekstrem jadi penyebab utama, tak bisa dipungkiri. Namun begitu, ada dugaan kuat bahwa kerusakan alam turut memperburuk keadaan. Penebangan liar diduga menjadi salah satu pemicunya.
Melihat video itu, Titiek mengaku merasa miris. Baginya, truk-truk itu bukan sekadar pengangkut kayu. Itu adalah bentuk penghinaan terhadap masyarakat yang masih berjuang di tengah kesulitan.
Ia lantas berbicara panjang lebar tentang nilai sebuah pohon. "Apa salah pohon kayu? Dia diam, satu pun enggak ngapa-ngapain," katanya.
"Dia memberikan begitu banyak kebaikan buat manusia, mencegah erosi, memberikan udara, menyaring udara yang segar buat manusia, kok dipotong begitu saja," ujar politikus Gerindra itu, mempertanyakan keserakahan yang terjadi.
Poinnya jelas. Kayu memberi banyak manfaat, tapi manusia justru menebangnya tanpa tanggung jawab. Akibatnya bisa ditebak: bencana alam yang merenggut segalanya. Titiek Soeharto, melalui kemarahannya yang manusiawi itu, seolah mengingatkan kita semua tentang sebuah keseimbangan yang sudah lama goyah.
Artikel Terkait
Es Putar Papabon, Es Krim Legendaris Makassar yang Bertahan Lebih dari Satu Dekade
Truk Muatan Kelapa Sawit Alami Kecelakaan di Tanjakan Peles Bengkulu Utara, Lalu Lintas Sempat Terganggu
KPK Dalami Asal-usul Aset Mewah Milik Eks Wamen Imipas Silmy Karim yang Disita
Pakar Hukum: Kejagung Jangan Anggap Remeh Nama Besar di Pusaran Korupsi MBG