Pencarian Berakhir Duka: Eko Sugianto Ditemukan Meninggal di Sungai Air Mati

- Selasa, 02 Desember 2025 | 15:36 WIB
Pencarian Berakhir Duka: Eko Sugianto Ditemukan Meninggal di Sungai Air Mati

Pencarian panjang itu akhirnya berakhir dengan kabar duka. Eko Sugianto, warga Desa Toho Ilir di Kabupaten Mempawah yang dilaporkan hilang, berhasil ditemukan pada Selasa pagi, 2 Desember 2025. Sayangnya, pria 41 tahun itu ditemukan telah meninggal dunia, mengapung di aliran Sungai Air Mati.

Menurut keterangan Kapolsek Toho, Iptu Edi Marwan, jenazah korban ditemukan sekitar pukul 07.50 WIB. Lokasinya tak jauh dari tempat sampannya ditemukan sebelumnya.

"Saat ditemukan, korban dalam keadaan terlentang dan tak bernyawa di pinggiran sungai. Tim kemudian mengangkat dan memindahkan jenazah ke dalam kantong sebelum dibawa ke rumah duka," jelas Edi Marwan, yang menyampaikan pernyataan Kapolres Mempawah, AKBP Jonathan David Harianthono.

Kisahnya bermula sejak Minggu sore, 30 November. Eko berangkat ke sungai sekitar pukul lima sore untuk memasang pancing tajur. Itu kegiatan rutinnya. Namun, kali ini berbeda. Ia tak kunjung pulang hingga tengah malam.

"Biasanya dia langsung pulang setelah selesai. Tapi sampai lewat tengah malam, Eko belum juga kembali," ungkap Edi Marwan.

Keluarga dan warga sekitar langsung gelisah. Pencarian pun dimulai sejak Minggu malam itu juga. Upaya itu kemudian meluas pada Senin pagi, dengan melibatkan gabungan Satpolair, Tim SAR, BPBD, dan aparat Polsek Toho. Mereka menyisir sungai dan pinggirannya. Tapi cuaca buruk menghadang.

"Pencarian terpaksa dihentikan pukul tujuh malam karena hujan deras. Faktor cuaca jadi kendala serius," tambah Edi Marwan.

Di sisi lain, ada satu informasi penting dari keluarga. Eko diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi yang sering kambuh. Ini jadi salah satu titik terang.

"Dugaan sementara, korban bisa saja terpeleset saat memasang pancing. Atau, penyakit kejangnya kambuh tiba-tiba di lokasi," papar Edi Marwan.

Hari Selasa pagi, harapan dan kecemasan berpadu. Pencarian dilanjutkan pukul tujuh pagi, dengan tim gabungan lewat jalur air dan masyarakat menyusuri darat. Hanya lima puluh menit kemudian, harapan itu pun pupus. Eko ditemukan warga yang berjaga di pinggiran sungai.

Kini, semua usaha telah berakhir. Sebuah keluarga kehilangan, dan sebuah desa berduka. Pria yang pergi untuk mencari ikan di sungai, justru tak pernah kembali pulang.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler