Bupati Bogor Rudy Susmanto meminta penghentian sementara operasional Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) di Desa Ciherang, Kecamatan Dramaga, menyusul dugaan keracunan yang dialami 25 orang setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang telah diambil Dinas Kesehatan (Dinkes).
"Tadi kita sampaikan ke Badan Gizi Nasional sampai dengan hasil lab keluar, kami meminta pelayanan untuk beberapa siswa dan siswi, kami juga melihat list penerima manfaat, sehingga pada sampai hasil lab keluar kami minta operasional berhenti sementara," ujar Rudy, Jumat (7/8/2026).
Rudy menerima laporan bahwa 22 orang masih menjalani perawatan medis di Puskesmas Dramaga, sementara sebagian lainnya sudah diizinkan pulang. Ia menegaskan bahwa pemerintah kabupaten telah mengambil langkah awal dengan mengambil sampel makanan untuk diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).
"Tentunya kita melihat dari mana sumber keracunan terjadi. Tahapan-tahapan dari Pemerintah Kabupaten Bogor sudah mengambil langkah salah satunya mengambil sampel makanan yang sedang diuji lab di Labkesda," jelasnya.
Tim Dinkes juga telah diterjunkan ke sejumlah sekolah yang menerima pasokan makanan dari dapur SPPG tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya insiden keracunan. Adapun dapur SPPG itu melayani 2.666 penerima manfaat, dan hari ini yang terindikasi keracunan berjumlah 24 orang. "Maka kita sedang memastikan sumber keracunan berasal," beber Rudy.
Sebelumnya, Kapolsek Dramaga AKP AM Zalukhu membenarkan kejadian keracunan makanan yang diduga berasal dari MBG. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (6/8) dan menimpa siswa serta guru di sekolah. "Korban sampai dengan saat ini 25 orang terdiri dari guru dan siswa," katanya, Jumat (7/8/2026).
Artikel Terkait
25 Orang Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis di Bogor
Makalah MBG yang Dinominasikan untuk Nobel Perdamaian Tuai Polemik, Kemendiktisaintek Turun Tangan
Diare Massal Siswa SMPN 5 Rembang Diduga akibat Telur Balado Terkontaminasi
BGN Sisir Ulang Data Penerima MBG, Target Validasi Dua Bulan