Menjalankan bisnis sekaligus bertahan di industri hiburan bukan perkara mudah. Di tengah jadwal yang padat, Dilan Janiyar membagikan cerita tentang kesibukannya, mulai dari ekspansi bisnis hingga pengalaman pahit dikhianati mantan karyawannya sendiri.
Saat ini, fokus utama Dilan tertuju pada pengembangan merek dagangnya. Ia mengaku sedang menyiapkan inovasi baru untuk para konsumennya.
"Kesibukan yang lagi padat banget itu adalah aku mau bikin... aku lagi gedein brand aku, terus aku kayaknya mau bikin produk baru dari brand aku gitu," ungkap Dilan di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Proses tersebut cukup menguras pikiran karena ia harus merancang produk baru sambil mempertahankan penjualan produk yang sudah ada. Selain mengurus bisnis, keseharian Dilan juga diisi berbagai kegiatan lain.
"Terus paling aku Live Shopee, terus aku kegiatannya ya photo shoot, guest star gitu-gitu. Terus podcast, aku ada podcast sendiri di 'Dilan No Filter', gitu saja sih," tambahnya.
Namun, di balik kesuksesan dan kesibukannya, Dilan sempat menghadapi ujian yang mengejutkan. Beberapa bulan lalu, ia menjadi korban santet yang diduga dikirimkan oleh mantan karyawannya. Meski terdengar mengerikan, Dilan menanggapinya dengan tenang dan menyatakan hal itu tidak membawa dampak buruk secara fisik.
"Sebenarnya enggak ada pengaruh buruk apa-apa sih ke aku alhamdulillah-nya. Cuma itu ya mungkin karyawan yang ingin posesif gitu ya, karyawan yang pengennya diperhatikan satu-satunya doang kayak begitu. Jadi iri dia kalau misalkan bosnya dekat sama karyawan lain, dia enggak suka," jelas Dilan membeberkan motif sang mantan karyawan.
Kejadian yang berlangsung sekitar empat bulan lalu itu ternyata meninggalkan efek psikologis, khususnya dalam urusan profesionalisme kerja. Dilan mengaku santet tersebut membuatnya kehilangan ketegasan sebagai seorang atasan.
"Efeknya itu kayak aku jadi lebih enggak berani marah sama dia. Aku lebih ke enggak enak marah, lebih ke enggak tega marah. Jadi kalau misalkan dia salah, meskipun itu fatal, aku belum bisa kayak bener-bener keras gitu sama dia. Terus ya aku menganggap ya dia yang paling bisa dipercaya," ceritanya.
Kedok mantan karyawan tersebut akhirnya terbongkar setelah Dilan memeriksa telepon seluler kantor yang selama ini dipegang oleh yang bersangkutan. Dilan menemukan banyak pesan dari berbagai merek yang sengaja dihapus. Lebih parahnya lagi, karyawan tersebut terbukti menyalahgunakan nama besar Dilan untuk keuntungan pribadi.
"Dia tuh sering banget nge-chat brand lewat HP pribadi dia. Aku bilang itu enggak boleh, itu haram, itu penyelewengan dalam jabatan dan itu penyalahgunaan wewenang gitu kan. Dan dia memakai untuk kepentingan pribadi dia. Jadi dia tuh nawarin endorsement dia juga gitu-gitu lewat HP pribadi itu. Dia minta-minta THR juga ke brand-brand gitu," papar Dilan.
Ia merasa tindakan tersebut sangat memalukan karena karyawan itu berjualan dengan mengatasnamakan dirinya. Kini, Dilan telah memutuskan kontak dan tidak lagi mempekerjakan orang tersebut.
Meski sempat dirugikan, Dilan memilih jalan damai dan telah memaafkan mantan karyawannya itu.
"Dia sudah minta maaf, aku juga sudah memaafkan. Yang penting apa namanya sekarang semuanya kita ulangin dari awal, ya mungkin dia punya hak juga untuk berbenah diri gitu ya. Jangan kayak gitulah sama bosnya," ujarnya.
Dari pengalaman tidak menyenangkan ini, Dilan memetik pelajaran berharga tentang batasan dalam memberikan kepercayaan kepada orang lain.
"Yang bisa dipetik adalah memang kita tuh kalau percaya sama orang, kalau sayang sama orang, itu enggak perlu fanatik gitu ya. Jadi biar kita bisa lihat objektifnya, oh dia salah di sini, oh dia kenapa ngelakuin ini. Jadi kita lebih dewasa saja sih melihat semuanya," pungkas Dilan.
Artikel Terkait
Mas Den Buka Suara: Teror Gaib Hantui Keluarga Sejak Usaha Warung Baru