Tya Ariestya, Juragan Kos Mewah, Pilih Didik Anak dengan Kesederhanaan

- Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:45 WIB
Tya Ariestya, Juragan Kos Mewah, Pilih Didik Anak dengan Kesederhanaan

Artis Tya Ariestya dikenal sebagai pengelola jaringan kos eksklusif di sejumlah lokasi strategis, seperti Setiabudi, Cilandak, dan Karawang. Namun, di balik kesuksesan bisnis propertinya, Tya justru memilih mendidik kedua anaknya dengan nilai kesederhanaan dan kemandirian.

Alih-alih memberikan fasilitas mewah, Tya mengajarkan putra sulungnya, Kanaka, untuk berwirausaha sejak dini. Kanaka kini memiliki usaha jasa painting casing HP dan tumbler. Tya tidak memberikan modal cuma-cuma, melainkan mengajarinya menghitung biaya produksi.

"Aku ajarin dia belajar ngitung. 'Kak, tadi beli pilox berapa? Oh 15 ribu, itu modal kamu'. Dari situ dia belajar, kalau jual jasa Rp25 ribu ternyata enggak nutup modal, akhirnya dia naikkan jadi Rp50 ribu. Aku pengen dia tahu mana yang perlu dikeluarkan dan mana yang tidak," ujar Tya saat ditemui di kawasan Warung Buncit, Selasa (11/8/2026).

Tya juga menanamkan bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari barang mahal. Ia pernah mengajak anaknya makan Gultik (Gulai Tikungan) di Mahakam yang harganya hanya Rp7.000 per porsi. Momen itu, menurut Tya, lebih berkesan daripada membelikan mainan mahal.

"Memori yang dia ingat mungkin bukan beliin mainan mahal, tapi momen makan Gultik itu. Dia sempat kaget, 'Bunda kok harganya cuma 7 ribu?'. Aku pengen dia bisa masuk ke semua kalangan. Dari sekarang dia harus bisa makan di warteg juga," tambahnya.

Keputusan lain yang menarik perhatian adalah pemberian ponsel fitur seharga Rp150 ribu kepada Kanaka. Ponsel itu hanya bisa digunakan untuk telepon dan SMS, diberikan karena Kanaka sering merasa takut jika terpisah dari orang tuanya di tempat umum. Meski sederhana, Kanaka tidak merasa minder.

"Dia bangga punya barang Rp150 ribu itu karena di belakangnya dia cat sendiri, dia kreasikan. Anak-anakku alhamdulillah enggak pernah minder dengan barang biasa," tutur Tya.

Bahkan, anak keduanya, Isaka, sudah memiliki pandangan bijak tentang materi. Isaka pernah berkata bahwa mobil mewah tidak penting karena yang utama adalah fungsinya agar tidak kepanasan dan kehujanan.

Tya juga menerapkan aturan ketat soal uang jajan. Kanaka diwajibkan mencatat setiap pengeluarannya.

"Setiap aku kasih jajan, aku minta dia bikin catatannya. Hari ini uangnya dipakai buat jajan apa saja," ucap Tya.

"Pemasukan dan pengeluaran diajarin biar dia lebih menghargai uang. Jangan menganggap uang itu gampang didapat, jadi dia harus tahu mana yang perlu dikeluarkan dan mana yang tidak," tegasnya.

Sementara itu, bisnis properti Tya terus berkembang. Setelah sukses dengan kos eksklusif berlantai empat di Cilandak yang dilengkapi rooftop dan kolam renang, Tya berencana meluncurkan kos-kosan terbarunya pada 17 Agustus mendatang sebagai kado anniversary pernikahannya.

Bagi Tya, kesuksesan bisnis adalah bekal masa depan, namun karakter anak adalah investasi yang sesungguhnya.

"Perjalanan hidup itu panjang, kalau enggak dipupuk kesederhanaan dari kecil, mereka enggak akan siap. Kita enggak selamanya hidup bermewah-mewahan," pungkasnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags