Pendonor Ginjal Tetap Bisa Beraktivitas Normal, Asalkan Hindari Dua Hal Ini

- Selasa, 11 Agustus 2026 | 02:55 WIB
Pendonor Ginjal Tetap Bisa Beraktivitas Normal, Asalkan Hindari Dua Hal Ini

Menjadi pendonor ginjal tidak berarti seseorang harus berhenti dari aktivitas normalnya. Setelah menjalani prosedur donor, mereka tetap dapat bekerja dan menjalani kegiatan sehari-hari, asalkan menjaga kondisi tubuh dengan baik.

Prof. Dr. dr. Nur Rasyid, Sp.U(K), dokter spesialis urologi konsultan transplantasi, menegaskan bahwa anggapan pendonor ginjal tidak boleh melakukan aktivitas berat adalah keliru. "Kalau Anda kuli bangunan, selesai ini jadi kuli bangunan juga boleh," ujarnya dalam acara Siloam Urology Nephrology Summit (SUNS) 2026.

Menurutnya, yang lebih penting bagi pendonor bukanlah membatasi seluruh aktivitas, melainkan menjaga kesehatan ginjal yang tersisa. Pendonor juga perlu rutin memeriksakan diri untuk memantau kondisi tubuh.

Berikut lima fakta mengenai pendonor ginjal yang tetap dapat beraktivitas normal, serta hal-hal yang perlu dihindari:

1. Tetap bisa bekerja setelah donor ginjal

Setelah masa pemulihan, pendonor ginjal dapat kembali bekerja. Bahkan pekerjaan yang menuntut fisik, seperti kuli bangunan, bukan berarti harus ditinggalkan. Prof. Nur Rasyid memberikan contoh pekerja konstruksi yang tetap bisa menjalankan profesinya setelah donor. Namun, aktivitas pascaoperasi perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing dan mengikuti anjuran dokter selama pemulihan.

2. Tetap bisa menjalani aktivitas sehari-hari

Memiliki satu ginjal tidak lantas membuat seseorang hidup dengan penuh larangan. Setelah pulih, pendonor dapat beraktivitas seperti biasa. Kuncinya adalah menjaga gaya hidup agar ginjal yang tersisa tetap berfungsi optimal.

3. Hindari berat badan berlebih

Salah satu hal yang wajib dihindari pendonor adalah kegemukan. Berat badan berlebih meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan yang pada akhirnya dapat memengaruhi ginjal. Prof. Nur Rasyid mengingatkan agar pendonor menjaga berat badan dan pola makan. "Yang enggak boleh jadi gendut, yang enggak boleh jadi hipertensi. Jadi kurangin makan manis, bergeraklah, check-up teratur," katanya.

4. Jangan sampai mengalami hipertensi

Tekanan darah tinggi juga menjadi perhatian serius bagi pendonor. Dengan hanya satu ginjal, menjaga tekanan darah tetap terkendali adalah bagian penting dari upaya mempertahankan kesehatan. Pendonor disarankan memperhatikan pola makan, aktif bergerak, dan rutin memeriksakan kesehatan agar tekanan darah terpantau.

5. Jangan malas check-up

Pemeriksaan kesehatan rutin menjadi kewajiban yang tidak boleh diabaikan setelah menjadi pendonor. Pemeriksaan membantu memantau kondisi ginjal yang tersisa dan mendeteksi perubahan kesehatan sejak dini. Prof. Nur Rasyid menyebutkan bahwa pendonor justru sering kali lebih sehat daripada masyarakat umum karena kesadaran menjaga kesehatannya lebih tinggi. "Hasilnya ternyata yang jadi donor lebih sehat daripada masyarakat yang bukan donor. Kenapa? Karena yang jadi donor tahu bahwa ginjal tinggal satu, dia akan teratur check-up. Dia akan jaga," ujarnya.

Dengan demikian, menjadi pendonor ginjal bukan berarti kehilangan kemampuan untuk bekerja dan beraktivitas normal. Pendonor tetap dapat menjalani kehidupan sehari-hari, tetapi perlu menghindari kegemukan dan hipertensi serta tidak mengabaikan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags