Jakarta International Performing Arts Festival (JIPAF) 2026 akan digelar pada 27 Juli hingga 2 Agustus 2026 di kawasan Poros Cikini, Jakarta Pusat. Festival seni pertunjukan internasional ini mengusung tema "Cikini Living Histories, Exploring Urban Spaces" dan menghadirkan seniman dari Amerika Serikat, Jepang, Singapura, Ukraina, serta berbagai daerah di Indonesia.
Iwan Gunawan, dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual sekaligus Dekan Fakultas Industri Kreatif MNC University, menjadi salah satu inisiator penyelenggaraan festival ini. Menurutnya, JIPAF hadir bukan sekadar sebagai festival seni, melainkan ruang kolaborasi yang menghubungkan seni, pendidikan, komunitas, dan sejarah kota melalui pengalaman artistik.
"Melalui JIPAF, kami ingin mengajak masyarakat melihat kota bukan hanya sebagai ruang fisik, tetapi sebagai ruang yang menyimpan sejarah, pengetahuan, dan kehidupan budaya. Seni pertunjukan menjadi medium untuk menghidupkan kembali narasi-narasi lokal sekaligus membangun kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara," ujar Iwan.
Selama sepekan, JIPAF akan menyajikan beragam program, mulai dari pertunjukan site-specific, lokakarya, tur sejarah performatif, peluncuran perpustakaan warga, hingga ziarah artistik menyusuri Sungai Ciliwung. Cikini dipilih sebagai titik awal penyelenggaraan karena memiliki jejak sejarah, budaya, dan pendidikan yang kuat. JIPAF memandang sejarah sebagai sesuatu yang terus hidup melalui aktivitas masyarakat, ruang publik, dan praktik kesenian, bukan hanya tersimpan di museum maupun arsip.
Salah satu program yang menjadi sorotan adalah peluncuran Perpustakaan Warga CIKINI01 sebagai bagian dari pengembangan Living Archive Cikini. Program ini akan diikuti diskusi publik bertajuk "Budaya Kota Punya Siapa? Kampung-Kota dalam Pusaran Pembangunan" dan menjadi ruang bertemunya literasi, dokumentasi sejarah, penelitian, penciptaan artistik, serta pengalaman hidup masyarakat.
JIPAF 2026 diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta bersama Kolase Kota Seni, di mana Iwan Gunawan juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Kolase Kota Seni. Festival ini dirancang oleh Direktur Artistik sekaligus Direktur Festival, Yola Yulfianti, dan berkolaborasi dengan Dewan Kesenian Jakarta.
Keterlibatan Iwan Gunawan sebagai akademisi MNC University dalam penyelenggaraan JIPAF menunjukkan kontribusi nyata sivitas akademika dalam pengembangan ekosistem seni, budaya, dan industri kreatif. Kolaborasi ini menjadi bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui penguatan jejaring dengan pemerintah, komunitas, dan pelaku industri kreatif, sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
Sebagai penyelenggaraan perdana, JIPAF diharapkan menjadi agenda budaya berkelanjutan yang memperkuat posisi Jakarta sebagai kota kreatif bertaraf internasional serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara dunia akademik, komunitas, pemerintah, dan jejaring seni global.