Fakta-Fakta Sauna bagi Kesehatan: Baik untuk Otot, tapi Bisa Memengaruhi Kualitas Sperma

- Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:15 WIB
Fakta-Fakta Sauna bagi Kesehatan: Baik untuk Otot, tapi Bisa Memengaruhi Kualitas Sperma

Sauna kerap menjadi pilihan untuk relaksasi setelah berolahraga. Namun, tidak semua orang bisa merasakan manfaat yang sama. Efeknya sangat bergantung pada jenis aktivitas fisik yang dilakukan sebelumnya.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Tirta Mandira Hudhi, menjelaskan bahwa sauna memiliki manfaat bagi mereka yang melakukan latihan beban. Paparan suhu panas dapat membantu memperlancar aliran darah menuju otot.

"Jurnal pertama adalah jurnal yang mendukung bahwa sauna yang dilakukan habis angkat beban, itu ternyata efektif buat pertumbuhan otot. Karena terjadi pembesaran pembuluh darah kapiler sehingga meningkatkan aliran darah ke otot yang membuat otot tersebut berkembangnya menjadi cepat," kata dr Tirta dalam unggahan video di channel YouTube miliknya, dikutip Selasa (4/8/2026).

Peningkatan sirkulasi darah membantu suplai oksigen dan nutrisi ke jaringan otot yang sedang dalam proses pemulihan setelah latihan.

Meski demikian, sauna bukan pilihan utama untuk semua jenis olahraga. Bagi mereka yang baru menyelesaikan latihan kardio intensitas tinggi seperti lari jarak jauh, CrossFit, atau Hyrox, metode pemulihan yang lebih disarankan adalah ice bath.

"Jurnal kedua, bahwa ice bath selama dua sampai tiga menit itu bagus untuk meredakan ketegangan atau peradangan akut bagi orang yang melakukan aktivitas high high intensity cardio. Itu justru kalau dia mencelupkan dirinya ke dalam ice bath dua menit sampai tiga menit, itu bisa mengurangi peradangan akutnya," ujar dr Tirta.

Selain digunakan sendiri, sauna juga dapat dikombinasikan dengan terapi dingin atau ice bath. Metode yang dikenal sebagai hot and cold therapy ini digunakan untuk membantu proses pemulihan otot dengan memberikan efek suhu panas dan dingin secara bergantian.

Paparan panas dari sauna dapat memberikan sensasi rileks pada tubuh. Suhu tinggi membuat pembuluh darah melebar sehingga sirkulasi menjadi lebih lancar dan membantu mengurangi rasa kaku setelah aktivitas fisik. Namun, manfaat tersebut tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.

Penggunaan sauna secara berlebihan dapat memberikan dampak negatif, terutama bagi kesehatan reproduksi pria. Paparan suhu panas dalam waktu lama dapat memengaruhi fungsi testis.

"Tapi, sauna yang terlalu sering dan terlalu lama, misalkan dia lebih dari 40 menit atau lebih dari 15 menit dan dilakukan terus-terusan, itu justru mengganggu kinerja sperma pada testis," kata dr Tirta.

Menurut dia, organ reproduksi pria sangat sensitif terhadap perubahan suhu sehingga paparan panas berlebih dapat mengganggu proses produksi sperma.

Meski terasa nyaman, sauna bukan aktivitas yang dianjurkan dilakukan dalam durasi panjang. dr Tirta mengingatkan agar masyarakat tidak menggunakan sauna hingga berjam-jam.

"Maka buat teman-teman yang sauna, boleh, tapi gak sampai sejam dua jam juga. Mau ngapain juga sauna sejam," ujarnya.

Penggunaan sauna secara bijak dapat membantu mendapatkan manfaat relaksasi dan pemulihan tubuh. Namun, durasi, kondisi kesehatan, serta jenis aktivitas sebelumnya tetap perlu diperhatikan agar sauna tidak menimbulkan risiko.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags