5 Faktor yang Membuat Banyak Orang Gagal Berhenti Merokok

- Selasa, 04 Agustus 2026 | 05:30 WIB
5 Faktor yang Membuat Banyak Orang Gagal Berhenti Merokok

Berhenti merokok sering kali menjadi perjuangan panjang. Banyak orang telah mencoba berkali-kali, tetapi akhirnya kembali merokok setelah beberapa hari atau minggu. Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Mario Johan, mengungkapkan bahwa ada sejumlah faktor yang membuat seseorang sulit lepas dari ketergantungan nikotin.

Menurut dr Mario, kegagalan berhenti merokok tidak selalu disebabkan oleh lemahnya tekad. Otak telah membentuk pola yang mengaitkan rokok dengan berbagai aktivitas sehari-hari. "Ini ya guys, kalau lu berkali-kali gagal berhenti merokok itu bukan selalu karena lu lemah. Masalahnya otak kamu itu udah bikin pola. Habis makan, merokok, lagi stres merokok, minum kopi merokok. Jadi pas stop, itu muncul yang namanya craving secara otomatis," katanya.

Keinginan merokok atau craving sering muncul secara otomatis ketika seseorang melakukan rutinitas yang sebelumnya selalu disertai rokok, seperti setelah makan, saat minum kopi, atau ketika stres. Kebiasaan yang tertanam kuat ini menjadi salah satu pemicu utama mengapa banyak orang sulit berhenti.

Selain itu, nikotin dari rokok maupun vape masuk ke tubuh dengan cepat sehingga memicu ketergantungan yang kuat. Saat asupan zat nikotin dihentikan, tubuh dapat mengalami gejala putus nikotin (withdrawal) yang membuat banyak orang kembali merokok.

Untuk meningkatkan peluang sukses, dr Mario menyebut Nicotine Replacement Therapy (NRT) menjadi salah satu terapi lini pertama yang direkomendasikan untuk membantu mengurangi gejala withdrawal. Berdasarkan data medis, penggunaan NRT bersama niat yang kuat dapat meningkatkan peluang berhenti merokok hingga dua kali lipat.

Selain terapi NRT, pendampingan dokter juga berperan penting. Konsultasi dengan tenaga medis seperti dokter spesialis paru, penyakit dalam, psikiater, atau melalui Klinik Upaya Berhenti Merokok (UBM) dapat meningkatkan peluang keberhasilan hingga lima kali lipat.

Di akhir penjelasannya, dr Mario mengingatkan bahwa berhenti merokok membutuhkan strategi yang tepat dan sistem pendukung, bukan hanya mengandalkan kemauan sesaat. "Berhenti merokok itu memang susah, tapi jangan cuma modal niat. Harus pakai yang namanya sistem," ujarnya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags