Harga sejumlah komoditas alam ditutup bervariasi pada perdagangan Senin (10/8). Crude palm oil (CPO), batu bara, dan timah tercatat menguat, sementara nikel justru melemah.
Berdasarkan data Trading Economics, harga CPO ditutup pada level MYR 4.723 per ton, menguat 0,98 persen. Penguatan ini signifikan karena berhasil mengakhiri tren penurunan yang terjadi sebelumnya. Sentimen positif datang dari harga minyak nabati yang lebih kuat di Dalian dan Chicago, yang mendukung pasar. Selain itu, permintaan ekspor yang kuat turut menambah momentum. Laporan bulanan dari Dewan Minyak Sawit Malaysia menunjukkan pengiriman Juli naik 14,5 persen dibanding Juni, menjadi 1,39 juta ton.
Di sisi lain, stok minyak sawit Malaysia naik 3,32 persen secara bulanan menjadi 2,63 juta ton pada Juli, sementara produksi tumbuh 9,41 persen menjadi 1,79 juta ton. Hal ini mengindikasikan pasokan jangka pendek yang cukup.
Batu bara juga mengalami penguatan, dengan harga berada di USD 129 per ton, naik 0,90 persen dibanding hari sebelumnya. Namun, harga tersebut masih berada di titik terendah dalam empat minggu. Penyebabnya adalah produksi batu bara India yang meningkat 7,51 persen year-on-year menjadi 69,75 juta ton pada Juli. Peningkatan ini memperkuat pasokan domestik India dan mengurangi ketergantungan pada impor. India juga mengirimkan volume batu bara yang lebih besar ke pembangkit listrik dan konsumen hilir lainnya.
Selain itu, harga batu bara juga tertekan oleh penurunan tajam harga minyak, menyusul laporan tentang kesepakatan yang akan segera terjadi antara AS dan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Sementara itu, harga nikel di London Metal Exchange (LME) tercatat turun 0,46 persen menjadi USD 16.925 per ton. Sebaliknya, harga timah di LME menguat 0,40 persen menjadi USD 55.752 per ton.
Artikel Terkait
Harga Nikel Menguat, Batu Bara dan CPO Justru Tertekan
Harga Mayoritas Komoditas Menguat, Batu Bara Justru Terkoreksi
Astra Agro Lestari Raup Laba Rp1,10 Triliun hingga Semester I-2026
Laba Bersih ABM Investama Naik 42 Persen Jadi Rp709 Miliar