Harga Minyak Dunia Kembali Naik, Investor Menanti Kepastian Selat Hormuz

- Senin, 10 Agustus 2026 | 06:36 WIB
Harga Minyak Dunia Kembali Naik, Investor Menanti Kepastian Selat Hormuz

Harga minyak dunia kembali melanjutkan tren kenaikan pada perdagangan awal pekan ini, sementara indeks berjangka saham Amerika Serikat (AS) relatif stabil. Pasar masih menanti kabar terbaru mengenai perundingan pembukaan kembali Selat Hormuz yang hingga kini belum mencapai titik terang.

Minyak mentah Brent, acuan global, diperdagangkan di atas level USD 84 per barel pada pembukaan pasar Senin (10/8), setelah melonjak lebih dari 5 persen dalam tiga sesi perdagangan terakhir. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 1,3 persen ke USD 79,22 per barel.

Di pasar saham, kontrak berjangka indeks S&P 500 bergerak nyaris datar setelah indeks acuan tersebut ditutup menguat 0,6 persen pada Jumat lalu dan mencetak rekor tertinggi baru. Nilai tukar dolar AS juga relatif stabil terhadap mata uang utama dunia.

Iran dan Oman dikabarkan belum mencapai kesepakatan akhir untuk membuka kembali jalur Selat Hormuz hingga akhir pekan. Teheran bahkan kembali menegaskan sejumlah tuntutan besar kepada Washington sebagai syarat pembukaan penuh selat tersebut pada Sabtu lalu. Sinyal ini menunjukkan bahwa kelegaan bagi pasokan minyak dan gas global kemungkinan masih akan tertunda.

Meski begitu, Presiden AS Donald Trump pada Minggu menunjukkan sikap yang lebih sabar. Dalam wawancara dengan Axios, ia menyatakan AS bisa saja menunggu hingga tekanan ekonomi membuat Iran melunak. Pernyataan ini muncul setelah berminggu-minggu Trump sempat mengancam serangan udara besar-besaran ke Iran, namun kemudian menahan diri dengan alasan ingin memberi ruang bagi jalur diplomasi.

My Bui, ekonom dari AMP Ltd., menilai investor tidak perlu terlalu pesimistis. Menurutnya, Trump kemungkinan besar akan kembali mengurungkan ancamannya, terutama di tengah tingkat persetujuan publik terhadapnya yang tengah berada di titik terendah. Ia menambahkan, kondisi pasar saat ini masih berjalan normal, dengan saham yang tetap ditopang fundamental ekonomi yang solid, pertumbuhan yang kuat, dan peningkatan produktivitas.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags