Berkshire Hathaway Mulai Kurangi Tumpukan Kas, Investasikan Rp370 Triliun di Saham

- Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:50 WIB
Berkshire Hathaway Mulai Kurangi Tumpukan Kas, Investasikan Rp370 Triliun di Saham

Berkshire Hathaway, perusahaan investasi yang selama ini dikenal dengan kebijakan konservatif dalam mengelola kas, mulai mengubah arah. Di bawah kepemimpinan CEO baru, Greg Abel, perusahaan yang bermarkas di Omaha, Nebraska, ini mulai mengurangi tumpukan uang tunai yang selama ini menjadi ciri khas era Warren Buffett.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal II-2026, kas Berkshire Hathaway menyusut menjadi USD365,5 miliar (sekitar Rp6.500 triliun), turun dari hampir USD400 miliar pada kuartal sebelumnya. Penurunan ini terjadi seiring dengan langkah agresif perusahaan dalam menambah portofolio sahamnya.

Dalam laporan tersebut, terungkap bahwa Berkshire Hathaway membeli saham senilai lebih dari USD21 miliar (sekitar Rp370 triliun) selama periode tersebut. Namun, rincian saham yang dibeli belum dipublikasikan secara detail. Informasi tersebut baru akan diungkapkan dalam pengajuan terpisah pada akhir bulan ini.

Meski demikian, sumber dari Associated Press pada Minggu (9/8/2026) menyebutkan bahwa Abel antara lain menginvestasikan USD10 miliar di perusahaan induk Google dan melakukan pembelian kembali saham senilai USD4,5 miliar.

Langkah ini menandai perubahan strategi investasi yang cukup signifikan. Sebelumnya, Warren Buffett dikenal sangat selektif dalam berinvestasi dan lebih memilih menumpuk kas dalam jumlah besar. Namun, dengan kepemimpinan baru, Berkshire Hathaway tampaknya mulai lebih agresif dalam memanfaatkan dana yang ada.

Abel resmi menjabat sebagai CEO pada Januari lalu, setelah Buffett pensiun setelah enam dekade memimpin perusahaan. Meski begitu, Buffett tetap menjabat sebagai ketua dewan direksi.

Di sisi lain, kinerja keuangan Berkshire Hathaway menunjukkan hasil yang positif. Laba bersih perusahaan meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi USD25,667 miliar, atau setara USD17.868,44 per saham Kelas A. Kenaikan ini terutama didorong oleh apresiasi nilai investasi yang signifikan di atas kertas.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags