Harga minyak dunia melonjak pada perdagangan Kamis (7/8) setelah Iran mengkaji rancangan undang-undang yang akan melarang kapal Amerika Serikat dan Israel melintasi Selat Hormuz. Langkah tersebut kembali memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi terganggunya pasokan energi global.
Mengutip Bloomberg pada Jumat (8/8), minyak mentah Brent ditutup naik USD 3,04 atau 3,83 persen ke level USD 82,49 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat USD 2,07 atau 2,75 persen menjadi USD 77,29 per barel.
Kenaikan harga itu dipicu laporan sebuah komite di parlemen Iran yang sedang meninjau RUU yang melarang kapal AS, Israel, dan kapal lain yang dianggap bermusuhan melintasi Selat Hormuz. RUU tersebut juga mengusulkan denda hingga 20 persen dari nilai muatan bagi kapal yang melanggar.
Pelaku pasar menilai proses pembahasan aturan itu menambah ketidakpastian di tengah belum adanya kejelasan mengenai hubungan AS dan Iran.
"Pelaku pasar minyak mentah masih berfokus pada kesepakatan AS-Iran. Semakin lama penundaannya, semakin besar peluang harga minyak kembali bergerak naik," ujar Senior Vice President of Trading BOK Financial, Dennis Kissler.
Di sisi lain, kelompok Houthi di Yaman mengklaim kembali melancarkan serangan rudal dan drone terhadap sasaran yang berafiliasi dengan Arab Saudi. Serangan itu menambah kekhawatiran investor terhadap stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah.
"Pasar bergerak naik turun mengikuti eskalasi dan meredanya ketegangan. Serangan ini menjadi pengingat bahwa jalur pelayaran Laut Merah masih berisiko terganggu," kata Partner Again Capital John Kilduff.
Iran juga dilaporkan telah memperingatkan negara-negara Teluk bahwa serangan baru dari AS ke wilayahnya akan dibalas dengan serangan terhadap infrastruktur energi penting di kawasan.
Sementara itu, Arab Saudi memangkas harga jual resmi (official selling price/OSP) minyak mentah Arab Light untuk pasar Asia pada September. Di Rusia, sebuah kilang minyak besar di wilayah Yaroslavl juga terbakar setelah diserang drone Ukraina, hal itu menambah daftar risiko yang membayangi pasokan energi global.
Artikel Terkait
Trump Klaim Perang dengan Iran Segera Berakhir
Harga Minyak Menguat, Komoditas Lain Bervariasi
Kepala Negosiator Iran Sindir Trump: Diplomasi Sandiwara yang Gagal
Rupiah Menguat ke Rp17.923 per Dolar AS di Tengah Meredanya Kekhawatiran Gangguan Pasokan