IHSG Diprediksi Menguat, Target Level 6.370-6.400

- Kamis, 06 Agustus 2026 | 07:12 WIB
IHSG Diprediksi Menguat, Target Level 6.370-6.400

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan kembali menguat pada perdagangan Kamis (6/8). Sehari sebelumnya, indeks berhasil ditutup di zona hijau dengan penguatan 31,53 poin atau 0,50 persen ke level 6.351,14.

Analis Phintraco Sekuritas menilai, penguatan tersebut didorong oleh membaiknya sejumlah indikator ekonomi domestik, meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, serta meningkatnya optimisme investor terhadap kinerja emiten. Secara teknikal, beberapa indikator juga menunjukkan peluang penguatan masih berlanjut.

"Beberapa indikator mengindikasikan potensi berlanjutnya penguatan IHSG untuk menguji level 6.370-6.400," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Kamis (6/8).

Sentimen positif juga datang dari data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melambat menjadi 5,29 persen, namun masih lebih baik dibandingkan ekspektasi pasar sebesar 5,1 persen. Selain itu, keputusan pemerintah menunda implementasi pemungutan pajak melalui marketplace yang semula dijadwalkan berlaku efektif pada Agustus 2026 turut menjadi pendorong.

Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati pada Kamis (6/8), antara lain ANTM, BRMS, BUMI, KLBF, ENRG, dan PSAB.

Sementara itu, analis MNC Sekuritas melihat penguatan pada Rabu (5/8) masih disertai volume pembelian yang meningkat. Posisi IHSG saat ini diperkirakan berada pada bagian awal wave b dari wave (c) dari wave [iv].

"Hal tersebut berarti IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dengan target 6.403-6.420," kata MNC Sekuritas melalui risetnya.

Kendati demikian, MNC Sekuritas menyarankan untuk mencermati potensi pembalikan arah dalam jangka pendek ke rentang 6.324 hingga 6.341. Saham-saham yang direkomendasikan untuk diperhatikan adalah ADRO, ASII, BKSL, dan EXCL.

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual produk investasi tertentu.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags