Transaksi E-commerce Tumbuh 35,13 Persen, Konsumsi Masyarakat Terjaga

- Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:54 WIB
Transaksi E-commerce Tumbuh 35,13 Persen, Konsumsi Masyarakat Terjaga

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai transaksi di e-commerce atau marketplace tumbuh 35,13 persen secara year on year (YoY) pada kuartal II 2026. Pertumbuhan ini menjadi salah satu indikator yang menggambarkan aktivitas belanja masyarakat yang tetap kuat di tengah dinamika ekonomi.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud, menjelaskan bahwa angka tersebut bersumber dari data Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) yang dikumpulkan oleh BPS. "Indikator lainnya seperti transaksi online dari e-retail dan marketplace yang dikumpulkan oleh BPS juga tumbuh sebesar 35,13 persen secara year-on-year," ujarnya dalam rilis pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026 di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Rabu (5/9).

Selain e-commerce, transaksi digital lainnya juga menunjukkan tren positif. Nilai transaksi uang elektronik, kartu debit, dan kredit tercatat tumbuh 5,05 persen secara YoY pada periode yang sama. Hal ini mengindikasikan pergeseran perilaku masyarakat dalam bertransaksi yang semakin mengandalkan kanal digital.

Pertumbuhan konsumsi masyarakat juga terlihat dari sisi pengeluaran per kapita. Konsumsi per kapita kelompok restoran dan hotel naik 11,97 persen secara YoY, sementara nilai impor barang konsumsi meningkat 27,15 persen secara YoY pada kuartal II tahun ini. Kedua angka ini menjadi sinyal bahwa daya beli masyarakat masih solid, terutama untuk kebutuhan sekunder dan tersier.

Sektor otomotif pun mencatatkan kinerja positif. Penjualan motor dan mobil masing-masing tumbuh 6,62 persen dan 25,50 persen secara YoY. Pertumbuhan ini sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat dan optimisme terhadap kondisi ekonomi.

Edy menambahkan, konsumsi masyarakat yang terjaga juga didukung oleh kebijakan pemerintah, seperti pemberian gaji ke-13 untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri yang dilakukan pada kuartal II 2026. Insentif ini memberikan dorongan tambahan bagi daya beli, terutama di tengah momen-momen tertentu seperti tahun ajaran baru dan hari raya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags