PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,10 triliun hingga akhir Juni 2026. Realisasi ini melonjak 56,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp702,12 miliar.
Kenaikan laba tersebut seiring dengan pertumbuhan pendapatan bersih yang mencapai Rp15,26 triliun pada semester I-2026, meningkat 5,62 persen secara tahunan dari Rp14,45 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan demikian, laba per saham dasar ikut naik menjadi Rp570,94 dari sebelumnya Rp364,80.
Direktur AALI Tingning Sukowignjo mengungkapkan, capaian tersebut ditopang oleh upaya efisiensi biaya produksi yang signifikan di tengah fluktuasi harga bahan baku. Perseroan juga berupaya mempertahankan produksi di tengah program replanting untuk mengganti tanaman tua.
“Kami akan terus memperkuat kinerja secara berkelanjutan dengan tetap mengedepankan prinsip tata kelola yang baik,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (4/8/2026).
Selain itu, penguatan harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar global turut menopang pertumbuhan kinerja perseroan sepanjang semester I-2026. “Peningkatan harga CPO global memberikan dorongan terhadap pendapatan dan profitabilitas perusahaan,” kata Tingning.
Laba bruto perseroan meningkat 12,53 persen menjadi Rp2,53 triliun pada akhir Juni 2026. Sementara itu, beban pokok pendapatan relatif stabil, yakni Rp12,73 triliun dibandingkan Rp12,20 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi pendapatan, segmen CPO dan turunannya masih menjadi kontributor utama dengan nilai Rp13,61 triliun. Segmen inti sawit dan turunannya menyumbang Rp1,64 triliun, sedangkan segmen lainnya berkontribusi sebesar Rp7,40 miliar.
Pada neraca keuangan, total liabilitas perseroan tercatat Rp4,25 triliun pada akhir Juni 2026, meningkat dari Rp2,89 triliun pada akhir Desember 2025. Sementara itu, total ekuitas naik tipis menjadi Rp24,61 triliun dari Rp24,16 triliun pada akhir 2025.
Adapun posisi kas dan setara kas AALI mencapai Rp5,15 triliun per 30 Juni 2026, lebih rendah dibandingkan Rp6,32 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Meski demikian, perseroan tetap mencatatkan pertumbuhan laba yang signifikan di tengah kondisi pasar yang mendukung.
Artikel Terkait
Agung Podomoro Land Catat Laba Bersih Rp184,7 Miliar pada Semester I-2026
Harga Referensi CPO Agustus 2026 Turun, Pemerintah Tetapkan Bea Keluar USD 148 per MT
Laba BUMI Melonjak 87,4 Persen pada Semester I-2026
Laba ICBP Turun 33% pada Semester I-2026, Arus Kas Tetap Kuat