Harga Minyak Anjlok 7 Persen, Trump Batalkan Serangan ke Iran demi Kesepakatan

- Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:18 WIB
Harga Minyak Anjlok 7 Persen, Trump Batalkan Serangan ke Iran demi Kesepakatan

Harga minyak dunia anjlok sekitar 7 persen pada Senin (3/8), mencapai level terendah dalam tiga pekan. Penyebab utamanya adalah sikap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menunda serangan terhadap Iran untuk membuka peluang tercapainya kesepakatan. Langkah ini memicu ekspektasi peningkatan pasokan minyak dari kawasan Teluk.

Kontrak berjangka Brent untuk pengiriman terdekat ditutup turun USD 6,35 atau 7 persen menjadi USD 83,77 per barel. Sementara itu, minyak mentah AS atau West Texas Intermediate (WTI) melemah USD 4,33 atau 5,1 persen menjadi USD 80,34 per barel. Penutupan Brent tersebut merupakan yang terendah sejak 13 Juli, sebagian karena peralihan kontrak acuan ke kontrak Oktober yang lebih murah setelah kontrak September yang lebih mahal berakhir pada Jumat lalu.

Harga Brent kontrak Oktober tercatat turun 4,7 persen dibandingkan posisi penutupan kontrak Oktober pada Jumat. Penurunan ini terjadi di tengah pernyataan Iran yang membantah adanya komunikasi dengan AS, baik pembicaraan yang sedang berlangsung maupun rencana pertemuan. Trump, sebaliknya, mengklaim akan ada pembicaraan pada sore hari dan menjadikannya alasan untuk membatalkan serangan.

Sepanjang akhir pekan, Trump kembali mengulangi pola yang muncul selama lima bulan terakhir: mengumumkan rencana serangan besar-besaran terhadap Iran, namun kemudian membatalkannya pada saat-saat terakhir. Ia juga menyebut pembicaraan dengan Iran sedang berlangsung dan memperingatkan bahwa Iran menghadapi risiko pemenggalan kepemimpinan jika tidak menyetujui kesepakatan untuk mengakhiri konflik.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, membantah klaim tersebut. Menurut dia, tidak ada negosiasi dengan AS maupun agenda pertemuan yang dijadwalkan. Iran juga tidak berencana menerima delegasi asing ataupun mengirim negosiator ke luar negeri dalam beberapa hari mendatang.

“Penurunan tajam harga minyak hari ini tampaknya merupakan reaksi berlebihan terhadap komentar Trump bahwa kesepakatan dengan Iran sudah dekat, setelah ancaman serangan besar-besaran yang ia lontarkan akhir pekan lalu juga disebut akan segera terjadi,” tulis Analis Ritterbusch.

Di sisi lain, Trump kembali mendesak perusahaan minyak untuk menurunkan harga bensin bagi konsumen di AS. Dia juga mengkritik Chevron dan Exxon Mobil karena dinilai meraup keuntungan yang terlalu besar. Selain harga minyak mentah yang turun, harga bensin dan diesel di AS juga melemah sekitar 5 persen sepanjang perdagangan Senin (3/8).

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags