Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengonfirmasi bahwa pemerintahannya bekerja sama dengan Jepang untuk melakukan intervensi pasar guna memperkuat nilai tukar yen. Langkah ini disebut sebagai wujud eratnya hubungan kedua negara.
"Mereka menginginkan sedikit bantuan, dan kami selalu siap sedia untuk Jepang," kata Trump kepada wartawan di atas Air Force One, Senin (3/7/2026). "Kerja sama itu adalah tanda persahabatan," tegasnya.
Pernyataan Trump ini muncul setelah pekan lalu terjadi operasi terkoordinasi di Tokyo dan New York yang memicu penguatan signifikan pada mata uang Jepang tersebut. Menurut sejumlah sumber, Departemen Keuangan AS melakukan intervensi dengan menjual euro untuk membeli yen.
"Federal Reserve Bank of New York melakukan langkah yang tidak biasa dengan melakukan penjualan euro untuk membeli yen atas nama Departemen Keuangan," demikian laporan The Financial Times.
Pemerintah dan bank sentral Jepang juga dilaporkan melakukan intervensi serupa pada pekan yang sama. Sebelumnya, yen sempat jatuh ke level terendah sepanjang sejarah terhadap dolar AS.
Kerja sama ini merupakan yang pertama sejak 2011, ketika AS dan Jepang berkoordinasi untuk menopang yen setelah gempa besar melanda Negeri Sakura.
Artikel Terkait
Trump Batalkan Serangan ke Iran demi Perundingan, Putaran Baru Dimulai Hari Ini
Perang Tanpa Akhir: Pola Lama yang Kembali Menghantui AS di Iran
Trump Batalkan Serangan ke Iran, Klaim Ada Kesepakatan Buka Total Selat Hormuz
Peran Putra Mahkota Saudi di Balik Pembatalan Serangan AS ke Iran