Laba Semester I TINS Melonjak 805%, Saham Tembus Resistance

- Jumat, 31 Juli 2026 | 11:00 WIB
Laba Semester I TINS Melonjak 805%, Saham Tembus Resistance

Saham PT Timah Tbk (TINS) melonjak tajam pada perdagangan Jumat (31/7/2026), menembus level resistance penting. Penguatan ini didorong oleh kinerja keuangan yang jauh melampaui ekspektasi serta prospek harga timah global yang masih menjanjikan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham TINS naik 6,46 persen ke level Rp3.790 per unit hingga pukul 10.28 WIB. Kenaikan ini sekaligus mengonfirmasi breakout di atas resistance Rp3.750 dengan volume transaksi yang membesar, menandakan minat beli investor yang kuat.

Dari sisi teknikal, pergerakan saham TINS juga menunjukkan sinyal positif. Harga mampu bertahan di atas rata-rata pergerakan (MA) 20 hari dan MA200, sementara indikator MACD kembali bergerak ke zona positif. Kondisi ini mengindikasikan momentum kenaikan masih berpotensi berlanjut.

BRI Danareksa Sekuritas menilai kombinasi sentimen fundamental dan teknikal tersebut membuka peluang berlanjutnya tren bullish. Selama TINS mampu mempertahankan level Rp3.750 sebagai area support baru, saham ini berpeluang melanjutkan penguatan menuju target resistance di Rp4.180. Jika momentum tetap terjaga, potensi kenaikan berikutnya berada di kisaran Rp4.430.

Optimisme pasar turut diperkuat oleh kinerja fundamental perseroan. Sepanjang semester I-2026, TINS membukukan laba bersih sebesar Rp2,7 triliun, melonjak 805 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian tersebut telah mencapai sekitar 70 persen dari estimasi laba bersih TINS untuk sepanjang 2026.

Pertumbuhan laba ditopang oleh kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) timah, peningkatan volume penjualan, serta ekspansi margin laba yang lebih tinggi.

Sentimen positif juga datang dari pasar global. Harga timah tiga bulan di London Metal Exchange (LME) mendekati USD55.000 per ton setelah operasi Yinman Mine milik Xingye Silver & Tin di China dihentikan sementara akibat insiden keselamatan. Tambang tersebut menyumbang sekitar 3 persen dari pasokan timah global.

Penghentian operasi itu memicu kekhawatiran terhadap pengetatan pasokan, sehingga memperkuat prospek harga timah dunia dan menjadi katalis tambahan bagi kinerja serta pergerakan saham TINS ke depan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags