Bursa saham Amerika Serikat ditutup bervariasi pada Senin (27/7/2026), di tengah kehati-hatian investor menjelang laporan keuangan kuartalan sejumlah raksasa teknologi. Kekhawatiran harga minyak yang tinggi juga membayangi, karena berpotensi mendorong Federal Reserve menaikkan suku bunga.
Indeks S&P 500 naik tipis 1,45 poin atau 0,02 persen ke 7.413,43. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average menguat 255,58 poin atau 0,49 persen menjadi 52.202,83. Namun, Nasdaq Composite justru melemah 41,21 poin atau 0,16 persen ke 24.934,61.
Pekan ini, Microsoft, Amazon, Meta, dan Apple dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartal terbaru. Investor bertanya-tanya apakah reli multi-tahun yang didorong optimisme kecerdasan buatan (AI) masih bisa berlanjut. Pekan lalu, hasil kuartalan Tesla dan Alphabet mengejutkan pasar dengan menunjukkan pengeluaran besar untuk AI.
Di sisi lain, harga minyak mentah turun ke level terendah dalam sepekan. Presiden AS Donald Trump menyatakan Washington tengah berunding dengan Iran dan ada peluang kesepakatan damai, namun memperingatkan serangan AS akan dilanjutkan jika negosiasi gagal. Pekan lalu, harga minyak melonjak Brent berjangka sempat menembus USD100 per barel setelah serangan baru terhadap pengiriman di Timur Tengah.
"Sebagian dari reaksi pasar mungkin terkait dengan kecurigaan yang muncul bahwa mungkin kenaikan suku bunga akan segera terjadi," ujar Kepala Riset Pasar Modal dan Konstruksi Portofolio di US Bank Asset Management Group, Bill Merz.
Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi untuk Juni akan dirilis sehari setelah keputusan bank sentral. Data tersebut dipandang kunci dalam membentuk ekspektasi pasar terhadap suku bunga akhir tahun ini.
Artikel Terkait
Konflik Timur Tengah dan Dampaknya pada Harga Minyak Global
Wall Street Bervariasi, Nasdaq Tertekan Kekhawatiran Belanja AI Berlebihan
Harga Minyak Kembali Tembus USD 100, Menkeu Pastikan APBN Aman
Trump Ancam Bombardir Infrastruktur Iran, Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak