Indeks saham Amerika Serikat ditutup beragam pada Senin (27/7) di tengah antisipasi investor terhadap laporan keuangan kuartalan perusahaan teknologi besar yang akan dirilis pekan ini. Indeks S&P 500 naik tipis 0,02 persen ke 7.413,18 poin, sementara Dow Jones Industrial Average menguat 0,51 persen menjadi 52.210,08 poin. Sebaliknya, indeks Nasdaq justru turun 0,18 persen ke 24.932,08 poin.
Empat raksasa teknologi Microsoft, Amazon, Meta, dan Apple dijadwalkan mengumumkan kinerja kuartal mereka dalam beberapa hari ke depan. Kekhawatiran pasar muncul setelah laporan Tesla dan Alphabet pekan lalu menunjukkan lonjakan belanja untuk pengembangan kecerdasan buatan, yang menekan sentimen investor.
Di sisi lain, saham Walmart naik 2,1 persen, Microsoft menguat 1,9 persen, dan Johnson & Johnson bertambah 1 persen, membantu menjaga S&P 500 tetap di zona hijau. Namun, investor juga mencermati harga minyak yang masih tinggi, yang berpotensi mendorong Federal Reserve menaikkan suku bunga.
“Pergerakan hari ini merupakan kelanjutan dari rotasi pasar yang telah kita lihat. Sebagian reaksi pasar mungkin berkaitan dengan kecurigaan yang mulai muncul bahwa kenaikan suku bunga mungkin akan terjadi,” ujar Bill Merz, kepala riset pasar modal dan konstruksi portofolio di U.S. Bank Asset Management Group.
The Fed dijadwalkan mengumumkan kebijakan moneternya pada Rabu (29/7). Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan peluang 62 persen bank sentral akan mempertahankan suku bunga saat ini, sementara peluang kenaikan 25 basis poin mencapai 38 persen.
Minyak mentah Brent pada Senin (27/7) justru turun 8 persen ke sekitar USD 89 per barel setelah AS menghentikan serangan udara terhadap Iran secara mendadak. Hal ini menekan saham perusahaan minyak: Occidental Petroleum merosot 4,1 persen dan Exxon Mobil turun 1,4 persen.
Secara keseluruhan, S&P 500 saat ini diperdagangkan pada 20 kali proyeksi laba, setara dengan rata-rata 10 tahun. Rasio saham yang menguat dibanding melemah di indeks tersebut adalah 1,9 banding 1, dengan 30 saham mencapai level tertinggi baru dan tiga saham di level terendah baru. Volume perdagangan di bursa AS relatif tipis, hanya 15,8 miliar saham berpindah tangan, di bawah rata-rata 20 sesi sebelumnya sebesar 18,2 miliar saham.
Artikel Terkait
Citi Proyeksi The Fed Pertahankan Suku Bunga di Tengah Kenaikan Harga Minyak
Di Balik Layar: Teknologi Tak Mengubah Kebutuhan Dasar Manusia untuk Terhubung
The Fed dan Laporan Big Tech Jadi Ujian Berat Wall Street Pekan Depan
Harga Emas Sentuh Level Tertinggi Dua Pekan, Dolar AS Melemah