Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan 100 ribu unit pompa air untuk mengantisipasi kekeringan di lahan sawah saat musim kemarau yang diprediksi terjadi pada Agustus mendatang. Langkah ini diambil untuk menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman kekurangan air.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, musim kemarau di Indonesia biasanya berlangsung selama tiga bulan, hingga November ketika musim hujan tiba. "Ya memang musimnya. Tapi kita sudah antisipasi. Kenapa? Pompa ada Rp 100 ribu lebih," ujarnya di kantor Kementan, Jakarta Selatan, Senin (27/7).
Selain menyiapkan pompa, Kementan juga berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk menjaga sistem pengairan ke sawah-sawah. Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP) Kementan, Hermanto, telah menindaklanjuti koordinasi tersebut. "Sudah dari awal sudah terkoordinasi dan setiap ada beberapa titik yang menjadi apa kekeringan yang sangat ekstrem itu kita langsung turun bersama," kata Hermanto.
Ditjen LIP juga telah melakukan pemetaan daerah yang berpotensi mengalami kekeringan. Beberapa wilayah yang diidentifikasi antara lain di Pulau Jawa dan Sulawesi Selatan. Hermanto menyebut pihaknya terus berkoordinasi untuk merumuskan langkah penanganan yang tepat.
"Jadi ada beberapa titik yang memang khususnya di Pulau Jawa sudah mulai apa beberapa lokasi itu terjadi kekeringan tapi kita terus bantu. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, hari Rabu ya rencananya itu kita mau rakor rakor untuk bisa melakukan konsolidasi lagi supaya di lapangan kita bisa lebih cepat lagi dari sekarang gerakan-gerakan kalau memang terjadi kekeringan," ujarnya.
Artikel Terkait
Cianjur Tetapkan Status Darurat Kekeringan hingga September 2026
Kekeringan Ancam Gagal Panen di Indramayu, Petani Terpaksa Pompa Air
BPBD Banten Catat 415 Desa Rawan Kekeringan, Galang Donasi Air Bersih
Bendung Katulampa Mengering, Warga Sebut Terparah dalam Beberapa Tahun