ESSA Tangguhkan Proyek Bahan Bakar Penerbangan Ramah Lingkungan

- Senin, 27 Juli 2026 | 19:20 WIB
ESSA Tangguhkan Proyek Bahan Bakar Penerbangan Ramah Lingkungan

PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) memutuskan untuk menangguhkan pengembangan proyek Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang dijalankan anak usahanya, PT ESSA SAF Makmur (ESM). Keputusan itu berlaku efektif mulai 27 Juli 2026.

Senior Legal Manager & Corporate Secretary ESSA, Shinta D.U. Siringoringo, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah perseroan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai faktor strategis dan kondisi pasar terkini. Meski demikian, ia menegaskan bahwa penangguhan ini bukan berarti pembatalan proyek.

"PT ESSA SAF Makmur (ESM), salah satu anak perusahaan ESSA, berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh terhadap berbagai faktor strategis dan kondisi pasar terkini, telah memutuskan untuk melakukan penangguhan atas pengembangan Proyek Sustainable Aviation Fuel (SAF), yang berlaku efektif sejak tanggal 27 Juli 2026," katanya melalui keterbukaan informasi, Senin (27/7/2026).

ESSA menyatakan tetap berkomitmen mengembangkan bisnis rendah karbon. Perseroan akan terus memantau perkembangan pasar, peluang bisnis, kemajuan teknologi, serta berbagai faktor strategis lainnya sebelum melanjutkan proyek tersebut.

Keputusan ini dipastikan tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional utama maupun anak usaha lainnya. "ESSA tetap menjalankan seluruh kegiatan usaha sesuai dengan strategi bisnis dan rencana kerja yang telah ditetapkan," ujar Shinta.

Selain itu, ESSA menyatakan penangguhan proyek SAF tidak menimbulkan dampak hukum yang material maupun memengaruhi kondisi keuangan perseroan. Langkah ini merupakan bagian dari strategi untuk menjaga fleksibilitas alokasi modal sekaligus mendukung penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.

Proyek SAF merupakan bagian dari strategi ESSA memperluas portofolio bisnis rendah karbon seiring meningkatnya kebutuhan bahan bakar penerbangan ramah lingkungan. SAF adalah bahan bakar alternatif yang diproduksi dari bahan baku berkelanjutan seperti minyak jelantah dan dinilai mampu menekan emisi karbon dibandingkan avtur konvensional.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags