Soal likuiditas pasar juga tak luput dari pembahasan. OJK menyampaikan rencana menaikkan minimum free float saham dari level 7,5 persen menjadi 15 persen. Kebijakan ini tentu tidak serta merta. Akan diterapkan bertahap dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Menariknya, dari pihak MSCI sendiri ada sinyal positif. Mereka disebutkan bersedia memberikan panduan teknis seputar metodologi dan perhitungan yang dipakai dalam evaluasi indeks. Ini bisa jadi angin segar.
Dengan semua langkah itu, OJK berharap ada progres positif dalam evaluasi MSCI mendatang. Tujuannya satu: memperkuat kepercayaan investor, baik domestik maupun global, terhadap pasar modal Indonesia.
“OJK akan melakukan pembahasan lanjutan di tingkat teknis,” pungkas Hasan Fawzi, “dan secara berkala menyampaikan perkembangan kepada publik sebagai bagian dari komitmen transparansi.”
Pertemuan itu sendiri dihadiri tidak hanya oleh OJK dan MSCI. Tampak juga perwakilan dari BEI, KSEI, serta Danareksa Indonesia.
Artikel Terkait
Pandu Sjahrir Soroti Transisi Pasar Modal Usai Diskusi dengan MSCI
DGWG Cetak Rekor Penjualan, Pupuk dan Pestisida Melonjak di Akhir 2025
Prabowo Gagas Gentengisasi Nasional, Ganti Atap Seng dengan Tanah Liat
Demutualisasi BEI Mandek, OJK Masih Menunggu Payung Hukum dari Pemerintah