Meski harga nikel dunia sedang melandai, IBC bertekad tak mau terjebak fluktuasi pasar. Caranya? Dengan berinovasi menciptakan ekosistem baterai yang lebih efisien, salah satunya lewat kepemilikan teknologi dan pemotongan rantai industri.
Pabrik di Karawang Sudah Punya Pembeli
Di sisi lain, kabar baik datang dari proyek konkret mereka. Pabrik baterai dalam Proyek Dragon kerja sama PT Antam, IBC, dan konsorsium CBL dari China sudah mendapatkan peminat atau offtaker. Perusahaan patungan yang dibentuk bernama PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB).
Fasilitas produksi Battery Cells, Module & Pack yang sedang dibangun itu rencananya punya kapasitas awal 6,9 GWh pada fase pertama. Nantinya akan diekspansi hingga 15 GWh. Prinsip mereka jelas: harus ada komitmen pembeli dulu sebelum investasi dilakukan.
Pabrik yang groundbreaking-nya dilakukan Juni 2025 dengan investasi Rp 7 triliun ini ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal III 2026. Sebuah langkah nyata yang perlahan mulai menjawab optimisme tadi.
Artikel Terkait
DGWG Cetak Rekor Penjualan, Pupuk dan Pestisida Melonjak di Akhir 2025
Prabowo Gagas Gentengisasi Nasional, Ganti Atap Seng dengan Tanah Liat
Demutualisasi BEI Mandek, OJK Masih Menunggu Payung Hukum dari Pemerintah
Di Balik Anjloknya IHSG, Investor Asing Justru Borong Rp 654,9 Miliar